“Dulu Bapak Presiden @prabowo waktu berperahu, sudah berjanji yg sangat kita hargai untuk mengganti bagan-bagan bambu supaya Pantai Pangandaran lebih indah dan perikanan tangkap lebih produktif lagi,” ungkap Susi,
Sebagai salah satu sosok yang sangat lekat dengan dunia kelautan Indonesia, Susi menunjukkan betapa seriusnya ia memandang persoalan ini.
Ia bahkan tak ragu mengungkapkan rasa kecewanya akibat keputusan pemerintah yang menurutnya keliru.
Video saat Susi Pudjiastuti walk out dari rapat KJA itu kini menuai reaksi publik.
“Mantap ibu @susipudjiastuti ijin KJA harus dicabut,” ujar akun @naler***
“Salut dgn ibu Susi mengutamakan peraturan yg sudah ditetapkan tapi mereka malah melanggar! keren,” kata akun @murni***
“Salut sama orang yang idealis dengan lingkungan,” komentar akun @janet***
“Yuk ramaikan, biasanya kalo rame terus kebijakannya kontra, blio cabut tuh, walopun beneran dicabut apa ga tau,” ungkap akun @a_kgu***
“Dari dulu ibu ini, selain nyentrik, tetep tegas berintegritas,” ujar akun @fathul***
Baca Juga: 'Laut Kok Dikapling?' Amarah Susi Pudjiastuti Meledak, Tolak Proyek Keramba di Pangandaran
Apa Itu Keramba Jaring Apung?
Keramba Jaring Apung (KJA) merupakan metode budidaya ikan di perairan terbuka seperti danau, laut, atau waduk menggunakan jaring yang mengapung.
Sistem ini memanfaatkan sirkulasi air alami untuk menjaga kualitas air dan mempermudah pemeliharaan.
Meski terlihat efisien, KJA memiliki dampak lingkungan yang serius, terutama pencemaran air.
Limbah dari kegiatan ini mengandung nitrogen dan fosfor tinggi yang dapat merusak ekosistem.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Terpopuler: Kemewahan Toyota Fortuner 2006, Garasi Komisaris Bank BJB Susi Pudjiastuti
-
Resmi! Susi Pudjiastuti Diangkat Jadi Komisaris Utama Bank BJB, Berapa Gajinya?
-
Sah Jadi Komisaris Bank BJB, Isi Garasi Otomotif Susi Pudjiastuti Cukup Nyentrik
-
Sah! Susi Pudjiastuti Ditunjuk Jadi Komisaris Utama Bank BJB
-
Benteng Terakhir Pesisir: Mengapa Zona < 1 Mil Harus Dilindungi Total
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Profil Andy Burnham Calon PM Inggris: Penganut Manchesterism yang Diteriaki Bukan Messiah
-
Tangis Tertahan Keir Starmer: Mundur sebagai PM Inggris, Tekanan Partai Jadi Pemicu
-
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo dan dr Tifa Segera Disidang di PN Jakarta Timur!
-
Akses KRL ke JIS Sudah Aktif: Ini Rute dan Jam Operasionalnya!
-
Niat ke Lombok Malah Dibuang ke Terminal Bayangan, WNA Uzbekistan Terlunta-lunta Ditipu Taksi Gelap
-
Ungkap Alasan Vonis 8 Tahun Bos Grup BJU Hendarto, Hakim: Hasil Korupsi Dipakai Judi!
-
KPK Incar 'Pemain' Lain di Skandal Korupsi MBG
-
Terancam 5 Tahun Bui Tapi Tak Ditahan, Eggi Sudjana: Ada 'Tangan' Politik di Kasus Roy Suryo!
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Tok! Bos BJU Divonis 8 Tahun Penjara di Kasus Korupsi LPEI