News / Nasional
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 19:12 WIB
Potret suasana bangunan yang dipakai pelaku judi online atau judol di Banguntapan, Bantul, Jumat (8/8/2025). [Hiskia/Suarajogja]

"Nggak ada pemberitahuan dari pihak berwajib tahu-tahu ada viral [pemberitaan] itu," kata Sutrisno.

"Tidak ada koordinasi atau pemberitahuan kepada saya [soal penggerebekan]. Jadi saya mohon maaf kepada warga. Ya karena terus terang memang enggak tau," tambahnya.

Selama ini, Sutrisno hanya diberi informasi bahwa rumah itu digunakan untuk operasional kantor cabang salah satu operator layanan ojek online (ojol). 

Oleh sebab itu, ia dan beberapa warga lain tak menaruh curiga kepada aktivitas di rumah itu.

Keluhan dari warga di sekitar rumah kontrakan itu pun tak pernah ia dapati.

Hanya satu kali soal suara bising knalpot brong yang dilaporkan dan itu pun dilaporkan kepada Sutrisno setelah peristiwa penggerebekan judol itu terungkap.

"Dari yang saya tahu itu, dulunya itu, yang tetangganya itu pernah tanya, kan kalau malam kan ada motor yang lewat-lewat gitu ya. Ada yang pakai, karena ada yang pakai knalpot belombongan segala itu kan. Saya tahunya ya juga setelah kejadian [penggrebekan judol]," tandasnya.

Load More