News / Nasional
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 21:15 WIB
Mahfud MD beber penyebab Kejaksaan Agung libatkan TNI sebagai pengamanan bukan Polri. [Youtube Forum Keadilan TV]

Kasus ini bahkan mendapat perhatian dari level tertinggi pemerintahan.

“Nama-nama perusahaannya disebut, orangnya disebut oleh LSM. Dan Presiden turun tangan selesaikan itu. Pak Nusron Wahid, Menteri ATR BPN bilang, "Saya diperintahkan oleh Pak Prabowo harus mengungkap ini selengkap-lengkapnya. Ditemukanlah ratusan sertifikat,”” lanjutnya.

Namun, proses hukumnya menemui jalan buntu. Terjadi "ping-pong" berkas perkara antara kedua institusi. Polisi bersikukuh ini pemalsuan dokumen, sementara Kejaksaan Agung mengembalikannya dengan keyakinan bahwa ini adalah korupsi.

“Tapi ketika diproses ini oleh polisi diproses pemalsuan dokumen. Tapi sama polisinya dianggap ini cuma masalah pemalsuan dokumen. Ketika disampaikan P19-nya ke Kejaksaan Agung. Kejaksaan Agung bilang ini bukan pemalsuan dokumen ini korupsi. Dikembalikan lagi. Polisi kembalikan lagi tetap pemalsuan dokumen sampai masanya habis sekarang hilang kasusnya. Nah, itu sekarang kasusnya hilang. Anda bayangkan itu pagar laut yang begitu besar gegap gempita sekarang hilang,” paparnya dengan nada prihatin.

Stalemate dalam kasus Pagar Laut inilah yang menurut analisis Mahfud menjadi pemicu munculnya isu bahwa Polri menjadi "hambatan".

Isu ini kemudian membenarkan langkah Kejaksaan untuk menggandeng TNI demi rasa aman dan kelancaran penanganan perkara.

“Itulah sebabnya kemudian timbul isu ini hambatannya di polisi, isunya ya isunya. Sehingga lalu timbul kalau gitu kejaksaan itu kerja sama dengan TNI aja. Melanggar hukum itu jelas,” tegasnya.

Pernyataan ini seolah memberikan konteks pada peristiwa terkini yang menghebohkan publik, yaitu pengawalan ketat rumah Jampidsus (Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus) oleh belasan personel TNI lengkap dengan kendaraan taktis Anoa.

Mahfud pun mengaitkannya, seraya melemparkan pertanyaan besar mengenai kasus apa yang sedang ditangani hingga memerlukan pengamanan militer sedemikian rupa.

Baca Juga: Perang Dingin Kejagung vs Polri: Mahfud MD Ungkap Lobi di Balik Layar Kasus Sambo

“Nah, saya tidak tahu yang sekarang ada di rumah Jampidsus di mana rumahnya dikawal oleh 10 TNI dengan Anoa itu. Ini kasus apa gitu ya? Kita kita lihat aja perkembangannya,” ucapnya.

Load More