Menanggapi insiden aparat kepolisian berputar-putar di sekitar gedung Kejagung, Oegroseno menawarkan solusi yang lugas. Masalah ini, menurutnya, tidak bisa didelegasikan ke level bawah. Pucuk pimpinan kedua institusi harus duduk bersama.
"Sekarang fakta waktu kejadian penanganan ada mobil kepolisian berputar di depan Kejaksaan Agung. Yang menyelesaikan harusnya jaksa Agung sama Kapolri saja sudah ditarik ke atas saja. Jangan dibiarkan," serunya.
Ia mengkritik jika penyelesaian hanya diserahkan pada level deputi. "Oh, selesaikan antara mungkin saat ini jamintel dengan Kabid Propam, enggak perlu lagi. Kapori dengan jaksa Agung bicara yang lain hadir dan ini tidak boleh terjadi lagi," ujarnya.
Untuk memastikan insiden tak terulang, Oegroseno menekankan perlunya ancaman sanksi yang jelas dan tegas.
"Kalau terjadi lagi ya mohon maaf ini akan diberhentikan dengan tidak hormat atau dengan hormat melalui sidang dewan kode etik misalnya seperti itu. Harus ada ancaman seperti itu. Kalau enggak ada ancaman atau tekanan seperti itu ya mungkin masih terjadi terjadi lagi terjadi seperti itu," jelas dia.
Oegroseno menegaskan bahwa kejadian ini bukanlah yang pertama kali. Pola yang berulang ini memunculkan pertanyaan serius mengenai rantai komando dan kendali di tubuh Polri.
"kejadian bukan hanya sekali ini sudah kedua kali atau ketiga kali di sini hal seperti ini gitu loh," katanya. Ia mempertanyakan siapa yang memberikan perintah kepada anggota di lapangan.
"Siapa yang memerintahkan anggota ke sana? Kan harus bisa dibuktikan. Anggota kan hanya menurut perintah. Masa enggak ada yang merintah? Kalau anggota liar, waduh saya bilang ini kendali perlu dihadirkan kaporli model Pak Jenderal Polisi Anton Sujarwo lagi supaya gripnya lebih kuat lagi."
Di akhir analisisnya, Oegroseno juga melemparkan pertanyaan kritis kepada kepala negara, yang dinilainya cenderung diam menghadapi gesekan antar aparat yang berulang kali terjadi.
Baca Juga: Silfester Matutina Masih Bebas Berkeliaran, Mahfud MD: Jaksa Harus Bertanggung Jawab!
"Ya saya melihat faktanya kejadiannya berulang-ulang atau lebih dari satu kali seperti itu. Masa enggak bisa diselesaikan dan Presiden juga diam saja misalnya sejak zaman Pak Jokowi kan," ujar Oegroseno.
Berita Terkait
-
Silfester Matutina Masih Bebas Berkeliaran, Mahfud MD: Jaksa Harus Bertanggung Jawab!
-
Gaji Prajurit Dipotong 80 Persen Buat Rumah: Kejaksaan Agung Turun Tangan Usut Dugaan Penyelewengan?
-
Geger Tes DNA Ridwan Kamil-Lisa Mariana: Hasil Keluar Besok, Tapi...
-
Drama Eksekusi Relawan Jokowi: PK Jadi Jurus Pamungkas Hindari Penjara? Kejagung Angkat Bicara!
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Usai Habisi Nyawa Anak Sendiri, Ibu di Pamekasan Dibawa ke RSJ
-
AI, Kreator, dan Livestream Jadi Senjata Baru Bisnis, Meta Bidik Pasar Asia Pasifik
-
Alasan Dibalik Pemberhentian Sementara Direktur Niaga Garuda Indonesia
-
Dana Kekayaan Norwegia: Waspadai Saham AI!
-
Update Harga HP Lipat dari Berbagai Merek, Mana Paling Murah dan Worth It?
-
SeaBank Bukukan Laba Rp749,26 Miliar pada Semester I 2026, Apa Pendorongnya?
-
Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus atau Awal September
-
Museum Nasional Jadi Playground Kreator, AI dan Teknologi Buka Jalan Cuan dari Karya Digital
-
Pengamat Sebut 2029 Jadi Penentu Nasib Dinasti Politik Jokowi: Kalau PSI Gagal, Wassalam!
-
Pertamina Pastikan Pasokan BBM NTT Aman Usai Gempa, 11 Truk Tangki Dikirim via Kapal Feri