Suara.com - Bupati Pati, Sudewo tengah digoyang dari kursi kekuasannya setelah adanya aksi unjuk rasa besar-besaran di Pati pada Rabu (13/8/2025).
DPRD Kabupaten Pati bahkan juga berencana menggulirkan hak angket dan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mencopot Sudewo dari jabatannya.
Meski masih berproses, Sudewo ternyata sudah "dilengserkan" versi dunia maya.
Berdasarkan situs penyedia informasi Wikipedia, nama Sudewo bersama wakilnya, Risma Ardhi Candra masuk dalam daftar pemimpin Pati.
Namun, dalam kolom keterangan, status Sudewo sempat diganti menjadi "Dilengserkan oleh rakyat".
Hal ini diketahui dari cuitan akun X @Jateng_Twit. Akun itu mempertanyakan siapa orang yang sengaja mengubah keterangan dalam Wikipedia itu.
"Cuy siapa yang edit ini," ujar akun itu, Rabu (13/8/2025).
Meski demikian, hal tersebut tak berlangsung lama. Dicek Suara.com pukul 16.00 WIB, kolom keterangan dalam Wikipedia untuk pemerintahan Sudewo sudah diganti menjadi kosong.
Wikipedia merupakan situs yang menyediakan berbagai informasi secara bebas dan semua orang bisa berpartisipasi. Berbagai konten yang disajikan juga bisa diedit atau diubah oleh siapapun.
Baca Juga: Pusat Turun Tangan? Gejolak Politik Pati Masuk Radar Gubernur dan Mendagri
Muncul di Hadapan Massa
Sebelumnya, Bupati Pati, Sudewo akhirnya muncul di hadapan ribuan massa yang berunjuk rasa di depan kantornya sejak pagi.
Namun, baru saja menunjukkan muka, Sudewo langsung dilempari oleh massa aksi.
Hal ini diketahui dari video yang diterima Suara.com. Terlihat dalam video itu, Sudewo memakai pakaian dinas harian warna putih dengan kaca mata hitam.
Sudewo pun sempat menyapa massa dari atas mobil pengurai massa (raisa) milik kepolisian.
"Bismillahirrahmanirrahim," ujar Sudewo sambil mengangkat tangannya.
Saat Sudewo hendak berbicara, suasana begitu gaduh. Politisi Gerindra itu pun langsung dilempar sendal yang mengenai tangannya.
Salah seorang petugas kepolisian pun langsung melindungi kepala daerah dengan menggunakan tameng.
Barang-barang seperti sendal hingga botol air minum plastik pun terus menghujani Sudewo.
Terlihat tiga aparat lain pun naik ke atas mobil raisa dan mencoba ikut melindungi Sudewo.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya akan berbuat yang lebih baik, terima kasih," ucap Sudewo.
Setelah itu, Sudewo langsung masuk ke dalam mobil dan melindungi dirinya dari amukan massa.
Diketahui, aksi unjuk rasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah berujung ricuh. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati itu kini berjibaku dengan gas air mata pada Rabu (13/8/2025) siang.
Awalnya, ribuan massa yang turun ke depan Kantor Bupati Pati sempat mendobrak pagar pintu utama hingga rusak.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian menghalau massa dengan menggunakan water canon.
Setelah itu, aksi semakin ricuh. Dari video yang diterima Suara.com di salah satu persimpangan jalan di Pati terlihat asap putih dari gas air mata menyebar ke udara.
Massa pun berlarian dan berupaya menutupi hidung dan mata yang perih karena gas air mata.
Berita Terkait
-
Demo Pati Ricuh! Lemparan Plastik Isi Air Mineral Dibalas Gas Air Mata
-
Siapa Wakil Bupati Pati? Siap-siap Jadi Bupati Pati Jika Sudewo Dilengserkan Demonstran!
-
Demo Lengserkan Bupati Pati Meletus, Gubernur Jateng Lempar 'Bola Panas' ke DPRD: Tanya Mereka Lah!
-
Tuntut Bupati Sudewo Mundur, 100 Ribu Warga Pati Demo
-
Pusat Turun Tangan? Gejolak Politik Pati Masuk Radar Gubernur dan Mendagri
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
Terkini
-
Tak Terima Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Gus Yaqut Ajukan Praperadilan
-
Ijazah Jokowi Tanpa Sensor Dibongkar! Bonatua Klaim Identik dengan Dokumen Riset Roy Suryo Cs
-
GMKR Nilai Indonesia Hadapi Krisis Kedaulatan, Oligarki Disebut Rampas Hak Rakyat
-
Heroik! Mahasiswi Jogja Nekat Tabrak Penjambret, Polisi Jamin Korban Tak Dipidana
-
Geledah KPP Madya Banjarmasin dan Kantor PT BKB, KPK Amankan Dokumen Restitusi
-
Kemensos Kucurkan Bansos Senilai Rp 17,5 Triliun Jelang Lebaran 2026: 18 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Menkes Sindir Orang Kaya Masuk PBI: Masa Gak Bisa Bayar BPJS Kesehatan Rp 42.000?
-
Jakarta Mulai Bersolek Jelang Imlek, Rano Karno: Kami Rumah Berbagai Budaya
-
Kisah Siswi SMK di Garut: Rawat Nenek Lumpuh, Terancam Putus Sekolah karena Dianggap 'Warga Mampu'
-
Profil Bonatua Silalahi, Sosok Peneliti yang Berhasil Buka Salinan Ijazah Jokowi di KPU