Suara.com - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa mengatakan bahwa ekspor mie instan Indonesia ke Kanada mencapai 4,94 juta dolar AS (sekitar Rp79,6 miliar) pada 2024.
Melonjak 75,12 persen dibandingkan 2023 yang sebesar 2,82 juta dolar AS (sekitar Rp45,5 miliar).
“Lonjakan ekspor mi instan Indonesia yang mencapai lebih dari 75 persen pada 2024, menunjukkan daya saing tinggi produk ini di pasar Kanada. KBRI akan terus memanfaatkan momentum ini melalui program perluasan akses pasar dan dukungan terhadap kegiatan promosi langsung seperti Pop Up Store Nai Nai Noodle,” ujar Atase Perdagangan KBRI Ottawa Mahdewi Silky dalam siaran pers KBRI pada Rabu 13 Agustus 2025.
Angka tersebut disampaikan Silky usai mendampingi Duta Besar Mushin Syihab mengunjungi Pop Up Store Nai Nai Noodle - Indonesian Food di Toronto Market Week 2025 di Square One Shopping Center, Mississauga, Ontario, Kanada pada Minggu (10/8).
Di gerai sementara ini, Nai-Nai Noodle menjual berbagai produk popular di tanah air terutama mie instan dan keripik yang semakin mendekatkan kuliner Indonesia dengan masyarakat Kanada.
Dubes Muhsin mengapresiasi kreativitas ini. Inisiatif seperti ini tidak hanya memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada masyarakat Kanada.
Tetapi juga memperkuat citra positif Indonesia sebagai negara yang kaya tradisi kuliner.
"Kehadiran Nai Nai Noodle di pusat belanja besar menunjukkan bahwa kuliner kita mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
Fenomena ini sejalan dengan tren meningkatnya minat konsumen Kanada terhadap makanan etnik dan makanan siap-saji.
Baca Juga: Pemerintah Minta Batu Bara Jangan Dieksploitasi, Bahlil: Untuk Anak Cucu!
Selain itu, lokasi strategis di pusat perbelanjaan terbesar Ontario dalam penyelenggaraan Toronto Market Week 2025 menjadi ajang efektif bagi kuliner Indonesia untuk dikenal, dicicipi, dan diapresiasi langsung oleh pasar internasional.
Berdasarkan data situs www.gastrodiplomasi.kemlu.go.id, terdapat belasan restoran Indonesia yang tersebar di sejumlah kota, seperti Calgary, Edmonton, dan Vancouver, serta Waterloo.
Hal ini menunjukkan bahwa kuliner Indonesia semakin mendapat tempat di hati masyarakat Kanada.
Sementara itu, produk kemasan seperti mi instan, bumbu siap saji, dan camilan khas juga kian mudah ditemukan di toko Asia dan ritel besar.
KBRI Ottawa menyatakan akan menggandeng kementerian dan lembaga terkait di Indonesia untuk memperluas kolaborasi antara pelaku usaha Indonesia dan mitra Kanada.
Fokusnya tidak hanya pada barang, tetapi juga jasa dan unsur budaya untuk membawa Indonesia tampil lebih kuat dan berwarna di panggung internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Review Petualangan Sherina: Nostalgia Masa Kecil yang Tak Lekang oleh Waktu
-
ASEAN Jadi Jalur Penanganan Asap Karhutla Kalimantan, RI Pilih Kerja Sama Ketimbang Saling Tuding
-
2 Rice Cooker untuk Membuat MPASI Bayi, Praktis dan Mudah Digunakan
-
Mirip Rezim Otoriter! Pembekuan Rekening Jadi Alat Tekan Gerakan Sipil
-
Harry Potter and the Deathly Hallows: Part 1, Akhir dari Pencarian Horcrux!
-
Sekolah Bakal Digusur, Ratusan Murid SD di Batanghari Mengadu ke Presiden
-
Bedak Tabur vs Bedak Padat, Mana yang Lebih Aman untuk Touch Up Siang Hari?
-
Karhutla di Kawasan Tol Balikpapan-Samarinda, Penyebab Masih Diselidiki
-
81 Miles Uji 5G XLSMART dari Semarang hingga Yogyakarta, Target 88 Kota pada 2026
-
Kasus Marissa Anita, Saat Sebuah Foto Dibaca sebagai Simbol Kedekatan dengan Kekuasaan