Suara.com - Nama Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo mendadak menjadi sorotan publik setelah dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kakak kandung dari taipan media dan Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, ini diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan baru terkait skandal korupsi di Kementerian Sosial (Kemensos).
Pemanggilan ini dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. "Pemeriksaan atas nama BRT, Komut PT Dosni Roha Logistik," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo sebagaimana dilansir Antara, Kamis (14/8/2025).
Lantas, siapa sebenarnya Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau yang akrab disapa Rudy Tanoe? Ia adalah seorang pengusaha kawakan dengan rekam jejak panjang di berbagai sektor industri, mulai dari logistik, farmasi, hingga media. Namanya dikenal sebagai pemilik DNR Corporation dan pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik.
Penyidik KPK mendalami pengetahuan Bambang terkait dugaan adanya kerja sama antara perusahaannya dengan PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) untuk mendapatkan jatah dalam distribusi bantuan sosial. Kasus ini merupakan pengembangan dari skandal korupsi bansos beras Kemensos yang sebelumnya telah menjerat enam terpidana dan merugikan negara sebesar Rp127,5 miliar.
Lahir di Surabaya, Jawa Timur, Rudy Tanoe merupakan lulusan universitas bergengsi. Ia meraih gelar master di bidang Administrasi Bisnis dari University of San Francisco, Amerika Serikat, pada tahun 1989, dan juga pernah menempuh pendidikan di Carleton University.
Meskipun tak sepopuler adiknya di panggung politik, jejak karier Rudy Tanoe di dunia korporasi sangat mentereng. Ia adalah pemegang saham pengendali PT Zebra Nusantara (ZBRA) sejak 2021. Di industri media, ia pernah memimpin MNC SkyVision menjadi operator Direct To Home (DTH) terbesar di Indonesia.
Sepak terjangnya tercatat dalam berbagai jabatan strategis di perusahaan-perusahaan besar. Berikut adalah daftar posisi penting yang pernah didudukinya:
- Presiden Direktur PT Zebra Nusantara Tbk (2021-2022)
- Presiden Direktur PT MNC Vision Network (2004-2016)
- Vice President Commissioner PT Media Nusantara Citra (2011-2016)
- Vice President Commissioner PT Global Mediacom Tbk (2007)
- President Commissioner PT Bhakti Asset Management (2007-2011)
- President Commissioner Bimantara Citra Tbk (2002-2007)
- Presiden Direktur PT Agis (2001-2006)
- Vice President PT Bhakti Investama Tbk
- Vice President Commissioner PT Bhakti Panjiwira (1997)
- Presiden Direktur PT Vamed Engineering Asia (1994)
- Direktur PT Cipta Ekamulia Utama (1989-1992)
Dalam penyidikan kasus korupsi bansos ini, KPK telah memulai babak baru sejak 13 Agustus 2025 dan telah menetapkan sejumlah tersangka, meskipun identitasnya belum diumumkan ke publik. Selain Bambang, KPK pada Rabu (13/8/2025) juga telah memeriksa sejumlah saksi lain, termasuk direksi dari PT Dosni Roha Logistik dan PNS dari Kementerian Sosial untuk mengusut tuntas skandal ini.
Baca Juga: Usut Kasus Korupsi Topan Ginting Dkk, Ketua DPW PKB Sumut hingga Polisi Diperiksa KPK Hari Ini
Berita Terkait
-
Usut Kasus Korupsi Topan Ginting Dkk, Ketua DPW PKB Sumut hingga Polisi Diperiksa KPK Hari Ini
-
Bukan Cuma Uang Rp 2 Miliar, KPK Juga Sita 2 Unit Mobil Mewah dari OTT Inhutani V
-
Hidup Melimpah Kemewahan, Fakta-fakta Skandal Korupsi Bupati Pati yang Tolak Dilengserkan Rakyat!
-
Tangkap 9 Orang Termasuk Direksi, KPK Sita Uang Rp2 Miliar Terkait OTT Suap Izin Inhutani V
-
Skandal Haji Rp 1 Triliun: KPK Geledah Kantor Kemenag dan Sita Mobil Mewah
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
Terkini
-
Sikat Jalur Maut! KAI Daop 1 Jakarta Targetkan Tutup 40 Perlintasan Liar di 2026
-
Tren Miris di Karawang: Jadi Pengedar demi Nyabu Gratis, 41 Pelaku Diringkus Polisi!
-
Dikenal Religius, Pedagang Rujak di Duri Kepa Digerebek Warga usai Diduga Cabuli Siswi SD
-
Geger! Pria Tewas Bersimbah Darah di Kampung Ambon Usai Cekcok Mulut, Warga: Lukanya Banyak Sekali..
-
Kasus Mafia Emas PT SJU, Bareskrim Tetapkan Anak Bos Besar Sebagai Tersangka, Ini Sosoknya
-
Dihantam Innova di Lampu Merah Pesing, Pemotor Supra Terpental hingga Tewas di Tempat
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Jangan Cuma Nakhoda, DPR Desak Bongkar Mafia di Balik Tragedi Kapal PMI Malaysia
-
Bantah Pemerintah Larang Nobar Film Pesta Babi, Menko Yusril: Silakan Tonton dan Debat!
-
Italia Murka Israel Serang Pasukan Perdamaian PBB yang Tewaskan Tentara Indonesia