Suara.com - Penyidikan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di lingkungan PT Pertamina terus bergulir panas.
Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menunjukkan taringnya dengan melakukan penyitaan besar-besaran terhadap aset yang diduga milik salah satu tersangka utama, Muhammad Riza Chalid (MRC).
Kali ini, empat mobil dari berbagai merek menambah panjang daftar kekayaan yang berhasil diamankan negara.
Penyitaan terbaru ini menjadi bukti keseriusan tim penyidik Jampidsus dalam membongkar dan memulihkan kerugian negara dari praktik lancung yang diduga telah merugikan negara selama bertahun-tahun.
Armada Baru yang Diamankan dari Bekasi
Dalam konferensi pers di Gedung Jampidsus, Jakarta, pada hari Kamis (14/8/2025), Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membeberkan detail penyitaan terbaru.
Empat unit mobil berhasil diamankan dari beberapa lokasi di Bekasi, Jawa Barat, termasuk dari sebuah kawasan perumahan.
Mobil-mobil tersebut tidak disita langsung dari Riza Chalid, melainkan dari pihak-pihak terafiliasi.
"Jadi, (disita) di beberapa lokasi atas nama-nama pihak terafiliasi," kata Anang, merujuk pada individu-individu yang memiliki kerja sama dengan tersangka.
Baca Juga: 'Kami Sudah Ingatkan!' Kejagung Turun Tangan, Desak Kejari Jaksel Eksekusi Silfester Matutina
Keempat kendaraan yang baru disita tersebut adalah:
- 1 unit mobil BMW
- 1 unit mobil Toyota Rush
- 1 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport
- 1 unit mobil Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar
Anang menegaskan bahwa penyitaan ini berkaitan erat dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
“Penyitaan yang diduga terkait dengan kasus kejahatan perkara TPPU dari tindak pidana asal tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Subholding dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) tahun 2018-2023,” katanya.
Total 9 Mobil Mewah Disita, Segini Taksiran Harganya
Dengan tambahan empat unit ini, total sudah ada sembilan mobil mewah yang diduga milik Riza Chalid kini berada di tangan Kejagung.
Sebelumnya, penyidik telah lebih dulu menyita lima unit mobil yang tak kalah mentereng, yaitu Toyota Alphard, Mini Cooper, dan tiga unit sedan Mercedes Benz.
Berita Terkait
-
'Kami Sudah Ingatkan!' Kejagung Turun Tangan, Desak Kejari Jaksel Eksekusi Silfester Matutina
-
Tak Cukup Jadi Buron, Kejagung Siapkan Jerat TPPU untuk Riza Chalid dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Lagi, Jejak Aset Buron Riza Chalid Terendus di Bekasi, BMW dan 2 Pajero Kembali Disita Kejagung
-
PK Tak Hentikan Eksekusi: Kenapa Komisaris BUMN Terpidana Silfester Matutina masih Melenggang Bebas?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura