Suara.com - Sebuah insiden tak terpuji yang melibatkan seorang akademisi senior di Makassar tengah menjadi buah bibir nasional.
Amal Said, seorang dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar (UIM), kini harus menghadapi kenyataan pahit setelah video aksinya meludahi seorang kasir swalayan viral di berbagai platform media sosial.
Tindakan impulsif yang terjadi di sebuah minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar tersebut, kini berujung pada laporan polisi dan ancaman sanksi berat terhadap karir profesionalnya.
Pasca insiden tersebut meledak di dunia maya, Amal Said mengungkapkan penyesalan mendalam atas apa yang telah diperbuatnya.
Ia menyadari bahwa tindakan yang hanya berlangsung dalam hitungan detik tersebut telah meluluhkan reputasi yang ia bangun selama puluhan tahun sebagai tenaga pendidik.
Ia mengkaui kelakuannya itu sudah merusak nama baiknya dan berdampak pada pekerjaannya sebagai dosen. Menurutnya, 33 tahun sebagai pegawai dan mengajar ribuan mahasiswa sudah berakhir.
"Masa sedetik itu rusak segalanya," tutur Amal.
Meski demikian, Amal tetap menaruh harapan agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui jalur kekeluargaan atau mediasi.
Namun, ia tetap meminta agar kasir wanita berinisial N (21) tersebut turut mengakui jika ada kesalahpahaman di awal kejadian, agar permasalahan tidak semakin panjang.
Baca Juga: Mendominasi Playlist! 6 Musisi Pendatang Baru Terviral Sepanjang 2025
Profil Amal Said: Akademisi Bergelar Doktor dan Status ASN
Publik menyayangkan tindakan ini mengingat latar belakang Amal Said yang merupakan seorang intelek. Berikut adalah profil singkat sang dosen:
Nama Lengkap: Dr. Ir. H. Amal Said, M.Si
Jabatan: Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian UIM.
Status: Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan sebagai tenaga pengajar.
Pendidikan: Lulusan jenjang Doktoral (S3).
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal
-
Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data
-
'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR
-
Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla
-
Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!
-
Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma
-
Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat
-
Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi
-
Jaksa Ungkap Ada Kode Amplop 1 untuk Dirjen Bea Cukai Djaka Budi dalam Kasus Blueray