Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali membuat kebijakan pro-rakyat, khususnya penyandang disabilitas dan warga lanjut usia (lansia). Mereka digratiskan masuk sejumlah tempat wisata yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Sebelumnya, Pramono menggratiskan wisata edukatif bagi semua pelajar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus.
“Maka, saya mengeluarkan Pergub mengatur untuk lansia, KJP, difabel apabila mereka ingin berwisata di Jakarta, maka mereka digratiskan, dan layanan gratis ini secara khusus untuk warga Jakarta,” ujar Pramono kepada wartawan, Jumat (15/8/2025).
Kebijakan ini berlaku di berbagai destinasi ikonik Ibu Kota, mulai dari Taman Margasatwa Ragunan, Ancol, TMII, Monumen Nasional (Monas), Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Museum Tekstil, hingga Museum Bahari. Destinasi lain mencakup Museum Arkeologi Onrust, Situs Marunda Rumah Si Pitung, Museum Sejarah Jakarta, Museum Joang 45, Museum M.H. Thamrin, dan Museum Taman Prasasti.
Pramono berharap kebijakan ini memperluas akses hiburan dan edukasi bagi warga yang selama ini terkendala biaya. Program ini sepenuhnya ditujukan untuk warga Jakarta yang terdaftar resmi. Dengan begitu, manfaatnya dapat tepat sasaran.
“Diberikan kepada penyandang disabilitas, penduduk lanjut usia, pemegang KJP, dan KJP Plus, dengan demikian mudah-mudahan ini akan bisa membantu warga Jakarta yang belum beruntung yang bisa menikmati tempat-tempat yang dikelola, dimiliki oleh Jakarta,” ujarnya.
Pemprov DKI akan memantau pelaksanaan kebijakan ini melalui pengelola masing-masing destinasi wisata. Mekanisme verifikasi akan dilakukan agar penerima manfaat sesuai kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub).
Menurut Pramono, akses wisata yang merata adalah bagian dari komitmen Pemprov DKI menciptakan kota inklusif dan ramah bagi semua kalangan. Ia juga membuka peluang untuk memperluas program serupa pada masa mendatang jika anggaran daerah memungkinkan.
Pramono optimistis kebijakan ini tak hanya berdampak pada kesejahteraan warga, tapi juga menghidupkan aktivitas sosial dan interaksi lintas generasi.
“Dengan kebijakan ini, saya ingin memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, punya kesempatan yang sama untuk menikmati kekayaan sejarah, seni, dan budaya Jakarta,” tuturnya.
Baca Juga: Penumpang KRL Mengeluh Kejauhan, Gubernur DKI Pertimbangkan JPO di Stasiun Cikini
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, mengapresiasi keputusan Pramono memperluas kebijakan masuk tempat wisata gratis. Ia menganggap kelompok lansia dan disabilitas di Jakarta kini semakin dimuliakan.
"Kami mengapresiasi kebijakan tersebut sebagai upaya Pemda DKI untuk memuliakan lansia dan disabilitas," ungkapnya.
Lebih lanjut, Aziz berharap Pramono terus menambah program serupa demi mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif.
"Semoga kebijakan seperti diperbanyak dan diperluas ke golongan sosial yang lain seperti anak yatim, dan keluarga yang masuk dalam data DTKS, sehingga lebih terasa manfaatnya," ucap Aziz.
Warga Pasar Minggu, Miftah (33), mengaku sangat senang dengan kebijakan Pemprov DKI. "Orang tua, khususnya orang tua saya senang sekali bisa jalan-jalan gratis. Mungkin nanti saya coba ajak ke museum juga," katanya.***
Berita Terkait
-
Ragunan Buka Malam? Satwa Bisa Stres! Ini Kata Pejabat TMR
-
Ragunan Malam: Usulan Gubernur Pramono Terancam Gagal? Ini Kendala Utamanya
-
Fakta Miris: Kekerasan Terhadap Anak dengan Disabilitas Lebih Banyak Terjadi di Ruang Publik
-
RUU KUHAP Tanpa Perspektif Disabilitas: Mimpi Buruk Bagi Keadilan!
-
Pramono Anung Kukuhkan 42 Anggota Paskibraka DKI untuk HUT ke-80 RI
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik
-
Gugatan Larangan Anak Presiden Maju Pilpres Masuk MK, PDIP: Lemah, Tapi KKN Sekarang Memang Gila
-
Viral Trotoar Tebet Barat Berubah Jadi Pangkalan Truk Tinja, Terjadi Pembiaran Parkir Liar?
-
Momen Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Riva Siahaan Menangis Jelang Vonis Perkara Tata Kelola Minyak
-
Tangis Ibunda Radit di DPR: Mahasiswa IPK 4,0 Jadi Terdakwa Pembunuhan di Pantai Nipah
-
Periksa Saksi dari Dinas PUPR, KPK Dalami Aliran Fee Proyek 4-10 Persen ke Wali Kota Madiun Maidi