Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan siap 'pasang kuda-kuda' untuk mengawasi alokasi anggaran pendidikan fantastis senilai Rp 757,8 triliun yang disiapkan Presiden Prabowo Subianto dalam RAPBN 2026. Langkah ini diambil untuk mencegah dana jumbo tersebut menjadi ladang bancakan baru.
Lembaga antirasuah menegaskan tidak akan hanya menunggu di hilir, tetapi akan melakukan pendampingan dan pengawasan ketat sejak dari awal.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa fokus utama KPK bukanlah penindakan, melainkan pencegahan. Pihaknya tidak mau kecolongan dan akan menjaga agar anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah ini tidak bocor.
“Tentu akan dilakukan pengawasan dan pendampingan. Jadi kita tentu tidak hanya mengedepankan upaya-upaya represif, tapi di titik awal kita perlu menjaga anggaran-anggaran itu agar tepat guna, tepat sasaran... supaya tidak terjadi kebocoran-kebocoran yang terjadi karena adanya tindakan korupsi,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (16/8/2025).
Pengawasan ini akan menyasar hingga ke pemerintah daerah, yang juga memiliki kewenangan dalam menyusun regulasi dan mengawasi satuan pendidikan.
Tak Cuma Awasi, KPK Pakai Jurus SPI Pendidikan
KPK tidak akan bekerja dengan tangan kosong. Budi membeberkan salah satu "jurus" andalan mereka, yakni melalui Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan.
Menurutnya, survei ini dirancang khusus untuk memetakan titik-titik rawan korupsi di sektor pendidikan.
“KPK melalui SPI Pendidikan... mengukur dan mengidentifikasi celah-celah kerawanan korupsi khusus di sektor pendidikan dan sekaligus memberikan rekomendasi untuk perbaikannya akan terus melakukan pengukuran itu,” ujar Budi.
Baca Juga: Pasrah Kemenag 'Diubek-ubek' KPK, Menag Nasaruddin Umar Janji Bersih-bersih: Insyaallah
Hasil dari survei inilah yang akan menjadi masukan bagi kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk menutup celah korupsi.
Lebih jauh, Budi menjelaskan bahwa pendekatan KPK akan bersifat holistik. Upaya pencegahan tidak hanya menyasar para pejabat, tetapi juga membangun ekosistem anti-korupsi dari level paling bawah.
"Oleh karena itu pendekatannya tidak hanya dilakukan kepada para anak didik ya, murid atau mahasiswa, tapi juga upaya-upaya internalisasi nilai-nilai anti korupsi juga penting dilakukan kepada para pengajar," tuturnya.
Perbaikan tata kelola di level manajemen sekolah dan kampus juga menjadi target utama.
"Penting juga dilakukan perbaikan dan tata kelola sebagai penguatan sistem integritas di dalam sebuah ekosistem kampus ataupun di ekosistem sekolah,” tutur Budi.
Langkah antisipatif KPK ini merupakan respons langsung atas pengumuman Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraannya. Saat itu, Prabowo dengan bangga mengumumkan alokasi anggaran pendidikan yang memecahkan rekor.
"Pemerintah berkomitmen memenuhi anggaran pendidikan 20 persen, sekitar Rp 757,8 triliun di tahun 2026, terbesar sepanjang sejarah kita," kata Prabowo di Kompleks Parlemen, Jumat (15/8/2025).
Angka fantastis inilah yang kini menjadi pertaruhan besar: apakah akan menjadi lompatan kemajuan pendidikan, atau justru menjadi ladang korupsi baru jika tidak diawasi dengan ketat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit
-
Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air
-
Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN
-
Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin
-
Dapat Kado Keranda Mayat dari BEM UI, Kapolri Akui Polri Belum Sempurna dan Butuh Kritik
-
Kepalanya Busuk, Bawahnya Pasti Busuk! BEM UI Meradang Usai Aksi Bawa Keranda Dihadang
-
Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh
-
Tarif Transjabodetabek Bisa Berubah Total, Pola Jauh-Dekat Beda Harga
-
Buntut 5 Peserta Tewas, Kemhan Pangkas Durasi Latihan SPPI Jadi 2 Pekan
-
Disekat Mulai dari Pintu Masuk! Begini Skenario Ketat Sidang Perdana dr Tifa Besok