Suara.com - Dunia maya tengah dihebohkan oleh sebuah kisah dari masa lalu yang kembali menjadi perbincangan hangat.
Sosok seorang putri keraton mendadak viral setelah fotonya disandingkan dengan aktris populer Korea Selatan, Kim Tae-ri, dan memicu pertanyaan besar yakni benarkah ada seorang perempuan yang berani menolak lamaran Presiden pertama RI, Soekarno?
Jawabannya ada pada sosok Gusti Raden Ayu Siti Noeroel Kamaril Ngasarati Kusumawardhani, atau yang lebih dikenal dengan nama agung, Gusti Nurul.
Ia bukan sekadar putri keraton biasa, ia adalah "Kembang dari Mangkunegaran" yang pesona dan keteguhan hatinya menjadi legenda.
"Yassh Gusti Nurul yang wajahnya dilihat-lihat mirip Kim Taeri".
Lahir pada tahun 1921, Gusti Nurul tumbuh menjadi ikon pada zamannya.
Kecantikannya yang klasik, ditambah dengan kecerdasan dan bakat menarinya yang memukau, membuat namanya tersohor hingga ke telinga para tokoh paling berpengaruh di negeri ini.
Tak heran, Presiden Soekarno pun terpikat dan dikabarkan pernah menyampaikan niatnya untuk mempersunting Gusti Nurul.
Namun, di sinilah letak luar biasanya kisah ini.
Baca Juga: Merdeka Itu Belajar: Kisah Anak-Anak SRMP 6 Jakarta Ungkap Makna Kemerdekaan yang Sebenarnya
Di saat banyak perempuan mungkin akan merasa tersanjung dan langsung menerima pinangan menjadi Ibu Negara, Gusti Nurul justru dengan halus namun tegas menolaknya.
Bukan hanya Soekarno, tokoh besar lain seperti Sutan Sjahrir hingga Sultan Hamengkubuwono IX pun harus menerima jawaban yang sama.
Apa alasannya? Jawabannya adalah sebuah prinsip yang ia pegang teguh hingga akhir hayat: anti-poligami. Gusti Nurul tidak bersedia dimadu.
Ia mendambakan sebuah ikatan pernikahan di mana ia menjadi satu-satunya wanita di hati dan rumah tangga suaminya.
Bagi Soekarno yang pada saat itu telah beristri, syarat monogami yang diajukan Gusti Nurul tentu tidak bisa dipenuhi.
Penolakan ini bukanlah cerminan kesombongan, melainkan sebuah deklarasi kemandirian dan martabat seorang perempuan yang sangat progresif untuk eranya.
Berita Terkait
-
Merdeka Itu Belajar: Kisah Anak-Anak SRMP 6 Jakarta Ungkap Makna Kemerdekaan yang Sebenarnya
-
Pujian 'Setinggi Langit' Muzani di Sidang Tahunan MPR Soal Tahun Pertama Prabowo Memimpin
-
Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia: Makna dan Sejarah yang Menggema Setiap 17 Agustus
-
Rengasdengklok: Peristiwa Penting Menuju Kemerdekaan Indonesia
-
Terungkap! Ini Alasan Soekarno-Hatta Tidak Memproklamasikan Kemerdekaan Sebelum 17 Agustus
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera
-
PDIP: Kami Penyeimbang, Bukan Mendua, Terungkap Alasan Ogah Jadi Oposisi Prabowo
-
Subuh Mencekam di Tambora: Api Amuk 15 Bangunan, Kerugian Tembus Rp1,7 Miliar
-
Trump Dikabarkan Kirim Operasi Khusus Militer AS untuk 'Caplok' Greenland