Suara.com - Di tengah guyuran hujan dan suasana penuh khidmat pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia di Morowali, sebuah momen tak terduga terekam kamera dan dengan cepat menjadi viral.
Insiden ini bukan tentang kesalahan formasi atau kegagalan teknis, melainkan sebuah ujian ketenangan dan profesionalisme yang berhasil diatasi dengan cara yang luar biasa dan menuai decak kagum dari publik.
Fokus utama tertuju pada barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) putri yang berdiri tegap dalam formasi.
Mereka, yang telah melalui latihan berbulan-bulan, dituntut untuk tampil sempurna tanpa cela.
Namun, tantangan datang bukan hanya dari cuaca yang kurang bersahabat, tetapi juga dari insiden kecil yang berpotensi merusak konsentrasi yakni stoking putih salah satu anggota Paskibraka putri tiba-tiba melorot hingga ke mata kaki.
Dalam situasi normal, hal ini bisa menjadi sumber kepanikan atau setidaknya merusak estetika barisan.
Namun, sang anggota Paskibraka menunjukkan mental baja yang sesungguhnya. Ia tetap berdiri dalam posisi sempurna, wajahnya tak menunjukkan sedikit pun kegelisahan, seolah tidak terjadi apa-apa.
Disiplin yang tertanam dalam dirinya membuatnya tetap fokus pada tugas negara yang sedang diembannya.
Di sinilah momen yang paling mengesankan terjadi.
Baca Juga: Bikin Geleng-geleng, Kelakuan Emak-emak 'Jarah' Bunga Istana Seusai Upacara
Tanpa ada komando, seorang staf protokol pria dengan sigap langsung memahami situasi.
Ia bergerak cepat, mendekati barisan dengan cara berjongkok agar tidak menarik perhatian berlebih.
Bukan untuk menarik stoking itu ke atas, yang berisiko merusak kerapian dan memakan waktu, ia mengambil keputusan cerdas dalam hitungan detik.
Dengan sebuah gunting kecil, ia memotong bagian stoking yang melorot itu dengan sangat hati-hati dan efisien.
"Stoking Paskibraka Melorot Saat Upacara Peringatan HUT RI ke 80 di Morowali. Para Staf Protokol nya Langsung Sigap Menggunting Stoking Paskibraka Putri. Semuanya Dilakukan Dengan Cepat, Rapi Tanpa Menganggu Jalan nya Upacara".
Aksi "operasi senyap" ini dilakukan dengan begitu cepat dan rapi sehingga sama sekali tidak mengganggu jalannya upacara.
Tag
Berita Terkait
-
Bikin Geleng-geleng, Kelakuan Emak-emak 'Jarah' Bunga Istana Seusai Upacara
-
Respect! Detik-Detik Paskibraka Papua Nyaris Tumbang, Aksi Heroik Rekannya Bikin Haru
-
Tak Goyah Diterpa Badai! Paskibraka di Konawe Tuntaskan Tugas di Tengah Lautan Lumpur
-
Siapa Wakil Bupati Kulon Progo? Viral Ikat Tali Sepatu Paskibraka, Dipecat PKB Ulah Dukung Gibran!
-
Netizen Heboh Paskibraka di Papua Hampir Pingsan dan Ambruk: Pahlawan Sebenarnya!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka
-
195 Warga Binaan di Jakarta Langsung Bebas Berkat Remisi HUT ke-81 RI
-
Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Cicatih Sukabumi, Diduga Hilang dari Desa Cisarua
-
174.791 Warga Binaan Dapat Remisi HUT ke-81 RI, 3.563 Langsung Bebas
-
Makna Kemerdekaan di Pondok Labu, Warga Ciptakan Sirine Pendeteksi Banjir
-
Dedi Mulyadi Minta Maaf di HUT ke-81 RI, Soroti Bahaya Feodalisme di Birokrasi
-
iPhone X dan MacBook Pro 2018 Dipensiunkan Apple
-
Dari Maryamah Karpov ke Maryam Mah Kapok Garapan Asma Nadia dkk
-
KSP Dudung Sebut Kericuhan Hari Damai Aceh Ulah Segelintir Oknum: Rakyat Aceh Tetap NKRI