Suara.com - Media sosial dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan ratusan nasi kotak terbuang usai acara penurunan bendera Merah Putih di Istana Negara.
Alih-alih menampilkan kemeriahan, video itu justru memicu keprihatinan karena banyak makanan berakhir di tempat sampah.
Video yang salah satunya diunggah oleh akun gosip populer @lambegosiip ini langsung viral dan menuai sorotan tajam dari publik.
Dalam rekaman singkat itu, terlihat tumpukan besar nasi kotak berwarna putih berserakan di sebuah area.
Beberapa kotak tampak masih utuh, sementara yang lain sudah terbuka dan isinya berhamburan.
Menurut keterangan yang ditulis oleh akun tersebut, momen ini dibagikan oleh seorang netizen yang berada di lokasi setelah acara kenegaraan selesai.
Sontak, video ini langsung memicu badai komentar dari warganet yang merasa prihatin dan sangat menyayangkan pemborosan makanan tersebut.
Banyak yang merasa 'nyesek' melihat makanan dalam jumlah besar berakhir sia-sia, sementara di luar sana masih banyak orang yang kesulitan untuk sekadar mengisi perut.
Ungkapan kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan membanjiri kolom komentar.
Baca Juga: Hilang Misterius! Kenali Rahmat Ajiguna, Pria dengan Ciri Khas Gigi Patah, Polisi Sisir CCTV
"Ya Allah nangis liat ginian... di luar sana masih banyak yang nggak bisa makan," tulis seorang warganet.
"Anak kos menangis liatnya," ditambahkan komentar lain.
Ada pula yang membandingkan pemandangan tersebut dengan kondisi pribadi mereka yang serba terbatas, menyoroti kesenjangan sosial.
"Ya Allah. Kadang aku makan nasi ma garem aja," curhat seorang netizen yang merasa relate dengan situasi itu.
Hingga kini, video tersebut terus menjadi perbincangan hangat.
Insiden ini tidak hanya menyoroti masalah pemborosan makanan (food waste), tetapi juga menyoroti pentingnya manajemen logistik dalam acara berskala besar, terutama yang dibiayai oleh negara.
Publik berharap ada transparansi dan evaluasi serius agar pemborosan seperti ini tidak terulang kembali.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
-
Momen Bendera Terbalik di Mamasa, Bupati: Saya Bangga pada Mereka!
-
Camat Sungai Bahar Klarifikasi Insiden Drum Band: Bukan Rayakan Ultah Istri, Tapi...
-
7 Fakta Mencengangkan di Balik Bebas Bersyaratnya Setya Novanto
-
Video Mapping Air Mancur Bundaran HI Meriahkan HUT RI ke-80
-
Benarkah Upacara HUT RI ke-80 di Pati Diganggu Pendemo? Viral di Medsos dan Polisi Bongkar Faktanya!
Terpopuler
- 7 HP 5G Termurah 2026 Rp1 Jutaan, Tawarkan Chip Kencang dan Memori Lega
- 5 HP dengan Kamera Leica Termurah, Kualitas Flagship Harga Ramah di Kantong
- Bukan Hanya Siswa, Guru pun Terkena Aturan Baru Penggunaan Ponsel di Sekolah Sulbar
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- 16 Februari 2026 Bank Libur atau Tidak? Ini Jadwal Operasional BCA hingga BRI
Pilihan
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Hilal Tidak Terlihat di Makassar, Posisi Bulan Masih di Bawah Ufuk
-
Detik-detik Warga Bersih-bersih Rumah Kosong di Brebes, Berujung Temuan Mayat dalam Koper
-
Persib Bandung Bakal Boyong Ronald Koeman Jr, Berani Bayar Berapa?
-
Modus Tugas Kursus Terapis, Oknum Presenter TV Diduga Lecehkan Seorang Pria
Terkini
-
Mulai Puasa Rabu Besok, Masjid Jogokariyan dan Gedhe Kauman Jogja Gelar Tarawih Perdana
-
Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Ini Penjelasan Kemenag
-
Kemenag Tetapkan 1 Ramadan Pada Kamis 19 Februari, Mengapa Beda dengan Muhammadiyah?
-
Bertemu Wakil Palestina di PBB, Menlu Sugiono Tegaskan Dukungan Indonesia
-
Getok Tarif Parkir Rp100 Ribu, Polisi Ciduk 8 Jukir Liar di Tanah Abang
-
Resmi! Kemenag Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026
-
Komdigi Siapkan Aturan Penggunaan AI, Lokataru Endus Motif Kepentingan Bisnis dan Politik
-
Sambangi Kelenteng Bio Hok Tek Tjeng Sin, Rano Karno Gaungkan Pesan Keadilan di Tahun Baru Imlek
-
Lokataru Minta Masalah Kebocoran Data Nasional Dievaluasi Sebelum Bahas RUU KKS
-
Intimidasi Makin Meluas, Ibu Ketua BEM UGM dan 30 Pengurus Jadi Sasaran Teror Digital