Suara.com - Sebuah teguran keras di panggung kongres ternyata bukan sekadar gertakan. Kurang dari dua pekan setelah mendapat ‘sentilan’ pedas dari Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, tahta Bambang Wuryanto, MBA, alias Bambang Pacul, sebagai penguasa PDI Perjuangan di Jawa Tengah resmi runtuh.
Gempa politik di ‘Kandang Banteng’ ini dikonfirmasi melalui Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Nomor: 02/KPTS/DPP/VIII/2025.
Surat sakti bertanggal 15 Agustus 2025 yang ditandatangani langsung oleh Megawati Soekarnoputri itu secara resmi mencopot Bambang Pacul dari jabatannya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah.
Sebagai gantinya, DPP menunjuk salah satu loyalis paling senior yang dikenal dengan gaya merakyatnya, F.X. Hadi Rudyatmo.
Ketua DPC PDIP Kota Solo itu kini didapuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDIP Jawa Tengah, mengemban tugas berat untuk mengembalikan marwah partai di lumbung suaranya.
Adapun Bambang Pacul, dalam manuver politik klasik, kini ‘ditarik ke pusat’. Ia dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif DPP PDI Perjuangan Masa Bakti 2025-2030.
Momen di Bali yang Mengubah Segalanya
Pencopotan ini adalah buntut langsung dari sebuah momen dramatis yang terjadi di hadapan ribuan kader saat Kongres ke-6 PDIP di Bali, Sabtu (2/8/2025).
Di tengah pidatonya yang berapi-api, Megawati tiba-tiba menghentikan ucapannya dan meminta seluruh jajaran DPD PDIP Jawa Tengah, termasuk Bambang Pacul, untuk berdiri.
Baca Juga: Ultimatum Jenderal PDIP ke Calon Hakim MK: Ingat, Bapak Dipilih DPR, Jangan Hantam Kami!
Di bawah sorotan lampu dan tatapan ribuan pasang mata, Megawati melontarkan teguran yang menusuk tajam, mengingatkan mereka akan sejarah kejayaan partai yang seolah ternodai.
"Awas lho, jangan memalukan saya lagi lho. Ah, nggak usah teriak-teriak. Yang penting kerjaan. Itu adalah arahan saya," sembur Megawati dengan nada tegas.
Mega kemudian bernostalgia, menceritakan bagaimana ia merintis karier politik dan menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kemenangan yang tak terkalahkan.
"Tiga kali berturut, menang terus. Jawa Tengah," kenangnya, menyiratkan kekecewaan mendalam atas kinerja terkini.
Namun, kritik paling fundamental dari sang ketua umum adalah soal gaya kepemimpinan. Putri Bung Karno itu secara gamblang menyatakan muak dengan kader yang hanya pandai bersilat lidah tanpa kerja nyata di lapangan.
“Saya tidak butuh kader yang hanya pandai beretorika. Saya butuh kader yang rela turun ke bawah, ke akar rumput,” tegas Presiden ke-5 Republik Indonesia itu.
Berita Terkait
-
Ultimatum Jenderal PDIP ke Calon Hakim MK: Ingat, Bapak Dipilih DPR, Jangan Hantam Kami!
-
Megawati Minta Presiden Prabowo Berantas Buzzer, Warisan Kerusakan Demokrasi 10 Tahun Jokowi?
-
Prabowo Sudah Coba Merangkul, Tapi Luka Batin ke SBY dan Jokowi bikin Megawati Absen ke Istana?
-
Kembali Jabat Sekjen PDIP, Hasto Ungkap Pesan Megawati dan Spiritualitas yang Lahir di Rutan KPK
-
Kenapa Megawati Selalu Absen di Upacara 17 Agustus Istana? Hasto Ungkap Alasannya
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
Terkini
-
Gus Ipul Berkelakar soal Khofifah: Tiga Kali Pilgub Lawannya Sama, Bergantian Jadi Mensos
-
Waspada Banjir di Puncak Musim Hujan, Ini 5 Hal Penting yang Wajib Disiapkan
-
Rismon Siap Buka-bukaan di Sidang KIP Besok: Sebut Ijazah Gibran Tak Penuhi Dua Syarat Krusial
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI