Suara.com - Center of Economic and Law Studies (Celios) menyampaikan kritik keras atas wacana kenaikan tunjangan anggota DPR RI.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menilai langkah tersebut tidak tepat, apalagi di tengah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang mengalihkan sebagian besar anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Huda, Rabu, 20 Agustus 2025.
"Jadi dana pendidikan yang biasanya digunakan untuk peningkatan kesejahteraan guru, murid, dan sebagainya, dipotong untuk program prioritas Prabowo, tapi anggota DPR minta tambahan anggaran," ujar Huda.
Menurutnya, apabila kebijakan kenaikan tunjangan ini benar-benar dijalankan, maka pemerintah dapat dianggap sudah kehilangan akal sehat.
Huda menekankan, dana yang hendak dialokasikan untuk menaikkan tunjangan DPR seharusnya lebih bermanfaat jika diarahkan pada kepentingan masyarakat luas, khususnya pemerintah daerah.
"Daripada menambah pendapatan anggota DPR, dana tersebut dapat digunakan untuk memberikan stimulus perekonomian, bahkan lebih baik digunakan untuk pemda agar pemda tidak menaikan pajak daerah," tegasnya.
Sebagai informasi, tunjangan anggota DPR belakangan disebut mengalami peningkatan.
Beberapa di antaranya mencakup tunjangan beras hingga Rp 12 juta, tunjangan bensin Rp 7 juta, dan tunjangan rumah sebesar Rp50 juta per bulan.
Baca Juga: Apakah Anggota DPR Tidak Punya Rumah Dinas? Dapat Ganti Tunjangan Rp 50 Juta Per Bulan
Meski gaji pokok anggota dewan relatif kecil — Ketua DPR Rp 5,04 juta, Wakil Ketua Rp 4,62 juta, dan anggota Rp 4,2 juta per bulan — berbagai tambahan tunjangan membuat total pendapatan seorang anggota DPR bisa melampaui Rp 50 juta.
Selain itu, mereka juga memperoleh fasilitas lain seperti biaya perjalanan dinas, dana reses untuk serap aspirasi, hingga hak pensiun sebesar 60 persen dari gaji pokok setelah masa jabatan berakhir.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Jaksa Agung Resmi Terima Pengunduran Diri Febrie Adriansyah dari Jampidsus
-
Intelijen Israel Bongkar Dugaan Skenario Iran Bunuh Trump, Washington Respon Santai
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Polisi Periksa Taipan Tan Kian Jadi Saksi di Kasus Korupsi Jumbo yang Seret Jampidsus
-
Polisi Periksa 15 Saksi Korupsi, Sekuriti Rumah Jampidsus Febrie di Sentul Ikut Dicecar
-
Polda Metro Jaya Pastikan Bakal Periksa Jampidsus Febrie Soal Rumah, Dolar hingga Emas 74 Kg!
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna