Suara.com - Klaim Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahwa kemacetan ibu kota membaik kini mendapat sentilan pedas dari parlemen Kebon Sirih. Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau, mengaku heran mengapa masalah macet dan banjir tak kunjung tuntas, seraya menyindir Pemprov agar tidak cepat puas dengan data di atas kertas.
Menurutnya, realitas penderitaan warga di jalanan setiap hari sangat kontras dengan peringkat yang dibangga-banggakan oleh gubernur.
Bun Joi Phiau secara blak-blakan menyoroti klaim Pramono Anung soal membaiknya peringkat kemacetan Jakarta dalam Tomtom Traffic Index. Menurutnya, data tersebut tidak mencerminkan kondisi sesungguhnya.
“Jakarta sekarang berada di peringkat ke-5, atau mengalahkan Surabaya, Palembang, Medan, dan Bandung di peringkat pertama kota paling macet di Indonesia. Namun, kenyataannya kemacetan tetap terjadi dan kondisinya sangat parah di beberapa ruas seperti Jalan TB Simatupang dan Sudirman,” kata Bun kepada wartawan, Jumat (22/8/2025).
Ia pun melayangkan imbauan keras agar Pemprov tidak terlena.
"Saya mengimbau Pemprov DKI untuk tidak merasa nyaman dan cepat senang dengan pencapaian di indeks yang dikutip oleh Mas Pram itu," tambahnya.
Politisi PSI ini mengaku heran dengan ketidakmampuan Pemprov DKI dalam mengatasi masalah yang sebenarnya sudah jelas di depan mata. Menurutnya, penyebab macet sudah diketahui sejak lama, tapi tidak ada solusi yang efektif.
“Sebenarnya, kita sudah tahu apa yang menjadi penyebabnya. Antara lain, volume kendaraan tinggi, faktor hujan, sampai dengan proyek-proyek yang mengganggu," ucap Bun Joi.
"Akan tetapi, Pemprov DKI sepertinya tidak bisa menangani faktor-faktor tersebut, meskipun sudah tahu apa akar permasalahannya,” kritiknya.
Baca Juga: PSI Tolak Usulan Perubahan Badan Hukum PAM Jaya: Tak Diusulkan Komisi dan Fraksi
Bun juga mengingatkan bahwa dampak kemacetan ini jauh lebih besar dari sekadar membuat warga stres di jalan. Menurutnya, ini adalah ancaman serius bagi produktivitas dan perekonomian ibu kota.
“Macet ini dampaknya sangat besar. Salah satunya, warga Jakarta dan daerah-daerah lainnya jadi telat masuk kantor. Jika ini berlanjut, maka bukan tidak mungkin bisa menghambat ekonomi juga nantinya," ujarnya.
"Oleh karena itu, Pemprov DKI harus serius mengatasi masalah kemacetan ini,” pungkasnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
Terkini
-
Prabowo Bongkar Upaya Jual PT PAL, Pindad, dan PT DI ke Asing: Saya Larang!
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Ungkap 47 Nama Terlibat Korupsi MBG, Ada Politisi Besar Terseret?
-
KPK Tegaskan Punya Wewenang Panggil Menhut Raja Juli, Telusuri Irisan Kasus Suap Bupati Kuansing
-
Isi Amplop Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Buru Nominal Pasti
-
Perubahan Iklim Ancam Sistem Kelistrikan Indonesia, Mengapa Reformasi Jaringan Mendesak?
-
Prabowo Wanti-wanti Masyarakat Tak Mudah Tertipu Konten Medsos: Banyak Pesanan Orang Berduit
-
Putusan Praperadilan Jilid II Digelar 20 Juli! Roy Suryo Bakal Menang Lagi Lawan Jokowi?
-
Geger Penggeledahan Polisi, Jampidsus Tegaskan Kejagung Fokus Bongkar Korupsi Tambang Hingga MBG
-
Prabowo Acungkan Telunjuk di Hadapan Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa: Semua Instropeksi!
-
'Jangan Mundur!' Karangan Bunga Dukung Polri Usut Korupsi Jampidsus Muncul di Polda Metro