UI menegaskan tetap memegang prinsip konstitusi dan Undang-Undang Dasar 1945 yang menolak penjajahan dan mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
Komitmen ini, menurut UI, pernah ditegaskan langsung oleh Rektor saat bertemu Duta Besar Palestina pada Januari 2025.
Lebih lanjut, UI menyatakan memahami reaksi publik atas orasi Berkowitz yang dianggap menyinggung solidaritas terhadap Palestina.
Pihak kampus mengaku akan lebih selektif dan sensitif dalam memilih pembicara internasional di masa mendatang.
UI juga menyampaikan bahwa pemilihan Prof. Peter Berkowitz (Hoover Institution – Stanford University) dan Dr. Ir. Sigit P. Santosa (PT Pindad, alumni MIT) didasarkan pada reputasi akademik mereka.
Tujuan undangan tersebut, menurut UI, adalah untuk memberikan perspektif dari akademisi dunia dalam bidang Sosial Humaniora dan STEM.
Dalam klarifikasinya, UI menegaskan tidak berniat memberi ruang bagi agenda di luar kepentingan akademik.
Isi lengkap orasi dapat diakses publik melalui kanal YouTube resmi UI untuk menjamin transparansi.
Meski demikian, UI menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian dalam menelusuri rekam jejak Peter Berkowitz.
Baca Juga: Skandal Akademik? 13 Kampus RI Diragukan, Rocky Gerung Bongkar 'Kondisi Psikis' Dosen
“UI mengakui kurang hati-hati, dan untuk itu UI menyampaikan permintaan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat Indonesia atas kekihlafan dalam kekurangcermatan saat melakukan background check terhadap pihak yang bersangkutan ,” tulis pihak kampus.
UI juga kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perjuangan bangsa dalam menghapus penjajahan dan memperkuat demokrasi di lingkungan akademik.
Ke depannya, UI berjanji akan melakukan evaluasi tata kelola agar prinsip-prinsip kemanusiaan tetap terjaga.
Kontributor : Rizka Utami
Berita Terkait
-
Dikecam Publik, UI Minta Maaf Undang Peter Berkowitz, Akademisi Pro-Israel di Acara Mahasiswa Baru
-
Daftar Lengkap HP Samsung yang Kebagian Update One UI 8, Rilis September 2025
-
Boni Hargens: Gejolak Tanah Air Harus Disikapi dengan Keyakinan dan Optimisme
-
Boni Hargens: Siapapun yang Jadi Ketum ILUNI UI, Harus Perkuat UI, Alumni dan Bangsa
-
BEM UI Gelar Diskusi 'Panas', Sebut Pimpinan Era Prabowo Kebingungan
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri
-
Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
-
Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan
-
Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump
-
Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online
-
Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i
-
DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI
-
Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan
-
Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku
-
Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi