Suara.com - Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, membuat media sosial heboh melalui unggahan terbarunya.
Lewat akun Instagram pribadinya @adian_napitupulu, ia membagikan sebuah video yang mengisyaratkan akan ada menteri yang ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Unggahan tersebut disertai dengan keterangan foto yang singkat tapi memancing rasa penasaran publik.
"Masih ada kejutan dari KPK, coba tebak siapa selanjutnya?" tulis Adian dalam caption unggahannya.
Video yang diunggah Adian berasal dari kantor berita RMOL.ID.
Dalam klip berdurasi singkat itu, menampilkan serangkaian narasi yang cukup mengejutkan mengenai operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang akan datang.
"Info Cepu, Bakal Ada Menteri yang Ditangkap KPK," tulisan pertama yang terpampang dalam video, menampilkan gambar seorang tahanan mengenakan rompi oranye khas KPK.
Narasi video kemudian menyinggung kasus penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Noel Ebenezer dan menyebut akan ada "peristiwa besar" lainnya dalam waktu dekat.
Informasi tersebut semakin spesifik ketika video menyatakan bahwa target selanjutnya adalah seorang menteri dari lingkaran pemerintahan yang akan datang.
Baca Juga: Pilih Bungkam, Bahlil Lahadalia Malah Melengos Jawab yang Lain usai Ditanya Kasus Noel, Mengapa?
"Berdasarkan informasi di lapangan, akan ada seorang menteri di kabinet Prabowo yang bakal ditangkap KPK," lanjut narasi dalam video itu.
Untuk meyakinkan publik, video tersebut juga mengklaim bahwa bukti-bukti untuk menjerat menteri tersebut sudah diamankan.
"Seorang sumber menyampaikan kepada redaksi bahwa bukti yang didapat telah lengkap," tulis pada narasi berikutnya.
Sontak, unggahan Adian Napitupulu ini langsung memicu beragam spekulasi di kalangan warganet.
Isu ini menjadi sangat sensitif, mengingat penyusunan kabinet Prabowo Subianto tengah menjadi sorotan utama.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait informasi yang beredar dalam video tersebut.
Berita Terkait
-
Viral Dedi Mulyadi Sebut Rakyat Juga Korupsi Sama Seperti Politisi: Dikasih Lapak 1 Ambil 5
-
Momen Titiek Soeharto Semprot Mentan Amran yang Bandingkan Harga Beras Indonesia dengan Jepang
-
Harga Beras Naik Dibandingkan dengan Jepang, Respons Mentan Bikin Tepuk Jidat
-
'Penyakit Kronis di Kemenaker': OTT Noel Bukan yang Pertama dan Mungkin Bukan Terakhir
-
Berapa UMR Jepang? Mentan Diprotes Titiek Soeharto Bandingkan Harga Beras Indonesia
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
Terkini
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi