Ia menegaskan bahwa Jokowi dinyatakan lulus pada 5 November 1985 dan menerima ijazah saat diwisuda pada 19 November 1985.
Namun, klarifikasi ini tak memuaskan sebagian kalangan. Pernyataan tersebut justru memicu serangan balik dari netizen yang lantas mengungkit kembali kasus perdata Rp29 miliar yang menjeratnya.
Komentar-komentar pedas pun membanjiri media sosial. Banyak yang berspekulasi bahwa pembelaan getol sang rektor tidak lepas dari "sandera" kasus masa lalunya.
“BAGAIMANA LANJUTAN KASUS KORUPSI REKTOR UGM DAN SUAMINYA? Tahun 2018, tergugat Abdul Nasir (suami Ova Emilia), ganti rugi Rp29 miliar lebih,” cuit seorang warganet di platform X, mengaitkan isu tersebut secara langsung.
Netizen lain bahkan lebih jauh menuding bahwa posisi Ova Emilia sebagai rektor membuatnya rentan tersandera oleh kepentingan kekuasaan.
Profil Akademisi Cemerlang dan Harta Kekayaan Fantastis
Di luar kontroversi yang melingkupinya, Prof. Ova Emilia memiliki rekam jejak akademik yang mentereng. Lahir di Yogyakarta pada 19 Februari 1964, ia adalah produk asli UGM.
Ia menyelesaikan pendidikan S1 Kedokteran di UGM (1987), S2 Medical Education di University of Dundee, Skotlandia (1990), dan S3 Clinical Teaching di University of New South Wales, Australia (2009).
Sebelum dilantik menjadi Rektor UGM periode 2022-2027 pada 27 Mei 2022, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM sejak 2016.
Baca Juga: Pilih Bungkam, Bahlil Lahadalia Malah Melengos Jawab yang Lain usai Ditanya Kasus Noel, Mengapa?
Ova Emilia tercatat sebagai rektor perempuan kedua dalam sejarah UGM setelah Dwikorita Karnawati.
Sebagai pejabat negara, harta kekayaannya pun tak luput dari sorotan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 28 Maret 2023, total harta kekayaan Ova Emilia mencapai Rp29.020.415.025 (sekitar Rp29 miliar).
Kekayaannya didominasi oleh aset tanah dan bangunan senilai Rp16,1 miliar yang tersebar di 12 lokasi, serta harta lainnya yang mencapai Rp20,9 miliar. Ia juga melaporkan kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp824 juta. Dengan jumlah kekayaan tersebut, Ova Emilia disebut-sebut sebagai salah satu rektor terkaya di Indonesia.
Berita Terkait
-
Pilih Bungkam, Bahlil Lahadalia Malah Melengos Jawab yang Lain usai Ditanya Kasus Noel, Mengapa?
-
Drama Air Mata Noel Ebenezer jadi Bahan Olok-olok, Eks Pimpinan KPK: Nangis Bos!
-
Ngemis-ngemis Amnesti ke Prabowo, Legislator Golkar Malah Sebut Permintaan Noel Aneh, Mengapa?
-
Kuliti Modus Noel dkk Cekik Buruh, Eks Penyidik KPK Geleng-geleng: Matematika Korupsinya Dahsyat!
-
Juluki Irvian Bobby 'Sultan' Kemenaker, Modus Noel Ebenezer Palak Rp3 Miliar buat Renovasi Rumah!
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua