- Mahfud MD soroti demonstrasi dari mahasiswa dan masyarakat.
- Mahfud MD sindir pemerintah untuk tidak mencari-cari dalang pendemo.
- Mahfud MD minta pemerintah lebih baik mencari jalan keluar yang diprotes pendemo.
Suara.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, melontarkan kritik tajam yang menohok kebiasaan pemerintah dalam merespons gelombang protes publik.
Menurutnya, pemerintah harus berhenti menggunakan narasi klasik dengan selalu mencari-cari "dalang" atau aktor intelektual di balik setiap demonstrasi besar.
Pernyataan keras ini disampaikan Mahfud sebagai respons atas maraknya aksi massa yang dilakukan oleh elemen mahasiswa dan buruh belakangan ini.
Ia menegaskan bahwa gerakan-gerakan tersebut lahir secara alami dari perut persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bagi Mahfud, menuding adanya pihak yang menunggangi aksi adalah cara berpikir yang keliru dan kontraproduktif.
Ia meyakini bahwa demonstrasi yang terjadi adalah murni ekspresi ketidakpuasan.
"Demonstrasi yang terjadi dianggap organik dan tidak ada dalangnya," ujar Mahfud MD dikutip dari podcast akun YouTube miliknya pada Rabu (27/8/2025).
Pernyataan ini seolah menjadi tamparan bagi aparat dan pejabat yang kerap kali sibuk melacak konspirasi ketimbang menyerap aspirasi.
Sindiran untuk Istana: Ini Momentum, Bukan Ancaman
Baca Juga: 400 Ditangkap dalam Demo di DPR: 200 Anak di Bawah Umur, LBH Jakarta Dihalangi Mendampingi!
Lebih jauh, Mahfud MD tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan saran strategis bagi para pemangku kebijakan.
Alih-alih bersikap defensif dan melihat para demonstran sebagai musuh, pemerintah seharusnya memandang gelombang protes sebagai sebuah momentum berharga.
Menurutnya, inilah kesempatan emas bagi pemerintah untuk melakukan introspeksi, mengidentifikasi akar masalah, dan segera merumuskan jalan keluar yang solutif.
Sikap reaktif dengan menuding adanya "dalang" hanya akan memperkeruh suasana dan menjauhkan pemerintah dari substansi masalah yang sebenarnya.
"Pemerintah harus memanfaatkan situasi ini untuk menciptakan jalan keluar dari kemelut yang sedang terjadi," tegasnya.
Pandangan Mahfud ini menjadi pengingat penting bahwa dalam sebuah negara demokrasi, unjuk rasa adalah kanal komunikasi yang sah antara rakyat dan penguasa.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
Petaka Parkir di Bahu Jalan! Sigra 'Nangkring' di Pembatas Jalan Usai Dihantam Fortuner di Tangerang
-
Iran Berencana Kenakan Biaya untuk Kapal yang Melintas Selat Hormuz
-
Fasilitas Pipa Minyak Arab Saudi Pulih, Penyaluran Capai 7 Juta Barel Per Hari
-
Satpol PP Gandeng TNI-Polri Sikat Preman Tanah Abang, Pangkalan Bajaj Liar Ikut Ditertibkan
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Negosiasi dengan AS Gagal, Iran: Selat Hormuz Sepenuhnya di Tangan Kami!
-
Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi
-
Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!