Berdasarkan laporan resmi LHKPN per 31 Desember 2024, total kekayaan Eko Prasetyo tercatat sebesar Rp1,703 miliar. Jumlah ini mengalami penurunan cukup tajam bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,420 miliar.
Penurunan tersebut setara dengan 29,61% atau sekitar Rp716 juta hanya dalam kurun waktu satu tahun.
A. Aset Tanah dan Bangunan
Bagian terbesar dari harta Eko bersumber dari kepemilikan tanah dan bangunan yang terletak di Kabupaten Wonosobo, dengan nilai mencapai Rp1,92 miliar. Aset tersebut terdiri atas sebidang tanah seluas 1.425 m² senilai Rp1,27 miliar serta tanah berikut bangunan dengan luas 450 m²/130 m² yang dihargai Rp650 juta.
Nilai aset properti ini bahkan mengalami sedikit kenaikan, yakni sebesar Rp20 juta dibanding tahun sebelumnya.
B. Kendaraan dan Alat Transportasi
Selain itu, Eko juga memiliki beberapa kendaraan dengan total nilai Rp365 juta. Rinciannya antara lain sepeda motor Yamaha Scoopy keluaran 2017, motor Honda tahun 2024, serta mobil Hyundai Creta tahun 2022. Walaupun ada tambahan kendaraan baru berupa motor Honda senilai Rp35,5 juta, keseluruhan nilai kendaraan justru turun karena depresiasi pada mobil yang nilainya merosot hingga Rp60 juta.
C. Harta Bergerak Lain dan Kas
Kategori harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp28 juta, lebih rendah dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp34 juta. Sebaliknya, dana kas dan setara kas justru meningkat cukup signifikan, dari Rp91 juta pada 2023 menjadi Rp244 juta di tahun 2024. Kondisi ini menunjukkan adanya likuiditas yang lebih longgar.
Baca Juga: 7 Ciri Oknum Anarkis yang Patut Diwaspadai Saat Demo Agar Tetap Aman dan Tidak Terprovokasi
D. Utang Jadi Sorotan
Hal yang paling menonjol dalam laporan LHKPN Eko adalah pos utang. Jika pada 2023 ia hanya mencatat kewajiban sebesar Rp90 juta, maka di tahun 2024 jumlahnya melonjak drastis hingga Rp1 miliar, atau naik lebih dari 1.011%.
Inilah faktor utama yang menyebabkan nilai kekayaan bersih Eko Prasetyo merosot. Keterbukaan melalui LHKPN sendiri berperan penting agar publik dapat menilai transparansi pejabat negara. Penurunan tajam pada harta Eko, terutama karena lonjakan utang, tentu menimbulkan tanda tanya besar.
Meski begitu, bila melihat dari sisi aset fisik, khususnya tanah dan bangunan, kondisi kekayaan Eko masih tergolong stabil dan tetap menjadi komponen terbesar dari keseluruhan harta yang ia miliki.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
7 Ciri Oknum Anarkis yang Patut Diwaspadai Saat Demo Agar Tetap Aman dan Tidak Terprovokasi
-
Antisipasi Demo di Depan Gedung DPR, Ribuan Polri dan TNI Disiagakan Hari Ini
-
Agustus yang Getir: Ketika Euforia Kemerdekaan Berbentur Realitas Protes
-
Mau Ikut Turun ke Jalan? Ini 12+ Barang yang Wajib Dibawa saat Demo Demi Keamanan
-
Situasi Memanas! Prabowo Perintahkan Tindak Tegas: Makar dan Terorisme Jadi Sorotan
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
8 Krim Pencerah Wajah yang Ditarik BPOM, Ada Kandungan Merkuri dan Hidrokinon
-
Ada Rupa Ada Harga, Changan Ogah Ikut Tren 'Perang Harga' Mobil Listrik di Indonesia
-
Satu Sekolah Dilayani Dua SPPG, BGN Percepat Integrasi Data MBG dan Dapodik
-
5 Pelembap yang Bagus untuk Kulit Berjerawat dan Berminyak, Lengkap dengan Ulasan Pengguna
-
Main di Kota Petir, Ini Jadwal Timnas Indonesia vs Vietnam dan Kamboja di Piala AFF 2026
-
3 Skin Tint Lokal untuk Kulit Sawo Matang, Lengkap dengan Shade Rekomendasinya
-
Lima Pejabat Tinggi Baru BGN Ditunjuk Langsung Presiden, Ini Nama-namanya
-
Teach You a Lesson: Drama Aksi Sekolah dengan Kritik Pedas Sistem Pendidikan
-
Kursi Prioritas Bukan Hadiah, Stasiun Cikoko Bukti Integrasi Itu Mungkin
-
Aspal Jalan Kebon Sirih Terus Rusak, DKI Akhirnya Ganti dengan Beton