- GMNI gelar aksi damai dan tertib di depan Gedung DPR.
- Mereka menuntut perombakan ketidakadilan struktural di semua sektor.
- Massa bubarkan diri usai bertemu perwakilan DPR tanpa kericuhan.
Suara.com - Massa aksi dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) membubarkan diri usia bertemu dengan perwakilan DPR RI.
Massa meninggalkan gedung parlemen sekira jam 16.15 WIB. Terlihat massa yang menggunakan angkutan kota, tidak ada satupun yang bertahan di depan Gedung DPR RI.
“Ingin ke Kompas TV,” kata salah satu massa sembari naik ke angkutan kota yang mereka sewa, di depan Gedung DPR RI, Rabu (3/9/2025).
Selama aksi, jalan Gatot Subroto dari arah Semanggi ke Slipi, dan sebaliknya tetap bisa dilewati.
Tidak ada sama sekali penutupan atau pengalihan arus.
Kemudian, aparat kepolisian berseragam yang melakukan penjagaan sekitar aksi tidak begitu banyak.
Mereka sama sekali tidak melengkapi diri demgan helm, tameng bahkan pentungan.
Massa GMNI sebelumnya menggelar aksi di depan Gedung DPR RI.
Pantauan Suara.com, massa datang menggunakan sebuah mobil komando, dan sejumlah angkutan umum yang mereka sewa.
Baca Juga: Tinggalkan 'Jejak' Perlawanan, Aliansi Perempuan Tuntut Penghentian Kekerasan Negara
Dalam orasinya, Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar mengatakan bahwa ketidakadilan struktural hari ini tidak dapat ditoleransi.
“Ketidakadilan tidak lahir secara alamiah melainkan dipelihara oleh sistem yang timpang,” katanya, di depan Gedung DPR RI, Rabu (3/9/2025).
Saat ini, kata Sujahri, jurang sosial semakin dalam ketika DPR menambah fasilitas mewah bagi anggotanya. Sementara rakyat berjuang dengan kenaikan harga pangan.
“Bagaimana mungkin kita bicara Indonesia Emas 2025 jika guru sekolah masih lapar, sekolah masih roboh, dan rakyat kecil diberlakukan sebagai warga kelas dua,” ungkapnya.
Adapun tuntutan massa aksi dari GMNI diantaranya:
- GMNI Menegaskan Sikap Bahwa Bangsa Indonesia harus tetap menjunjung tinggi Persatuan dan Kesatuan sebagai sesama anak bangsa dalam menghadapi berbagai dinamika dan gejolak yang terjadi;
- GMNI menuntut Pemerintahan Indonesia dibawah Presiden Prabowo Subianto segera meruntuhkan ketidakadilan Struktur Ekonomi dan segera mengembalikan kepada Prinsip Ekonomi Pancasila;
- GMNI Menegaskan Sikap Bahwa Negara harus segera meruntuhkan Ketidakadilan Struktur Sosial dan segera mengembalikan kepada prinsip Sosialisme Indonesia;
- GMNI Menegaskan sikap bahwa Negara harus meruntuhkan ketidakadilan struktur Hukum dan Politik untuk segera mengembalikan kepada prinsip Negara Hukum yang berlandaskan pada Demokrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
Mahfud MD Soroti Sidang Nadiem: Tidak Fair Terdakwa Belum Terima Audit BPKP
-
5 Fakta Kericuhan Keraton Surakarta, Adu Argumen Dua Kubu 'Berebut Tahta'
-
Sempat Putus Asa, Pasangan Pengantin Ini Tetap Gelar Resepsi di Tengah Banjir
-
PLN Terus Percepat Pemulihan Kelistrikan Aceh, 6.432 Desa Telah Kembali Menyala
-
Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss, Akan Bertemu Raja Charles III dan Hadiri WEF
-
Data Manifes dan Spesifikasi Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport
-
Menang Lelang Gedung Eks Kantor Polisi di Melbourne, IMCV Akan Bangun Pusat Dakwah Indonesia
-
Atasi Banjir Jakarta, Dinas SDA Kerahkan 612 Pompa Stasioner dan Ratusan Pompa Mobile
-
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros
-
Hujan Semalaman, 29 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir