Suara.com - Rangkaian hari kedua Manado Marketing Festival (MMF) 2025 menghadirkan beragam gagasan strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif di Sulawesi Utara. Mengusung tema Sustainable Marketing in the AI Era, forum ini menyoroti peran kecerdasan buatan (AI) dalam memperkuat daya saing ekonomi sekaligus menciptakan dampak positif jangka panjang bagi bisnis dan masyarakat.
Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Sulawesi Utara, Reza Dotulung, S.S.T., M.App.Ec, dalam sambutannya menekankan bahwa, “Sulawesi Utara memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang utama Indonesia Timur ke Asia Pasifik. Untuk mewujudkannya, dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas masyarakat guna membangun ekonomi inklusif, berkelanjutan, serta berorientasi pada pengembangan SDM.”
Dalam sesi City Branding, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tomohon, Yudhistira Siwu, menekankan bahwa kekuatan destinasi terletak pada narasi lokal dan kearifan budaya yang dirawat, sehingga promosi pariwisata dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Hal ini diperkuat oleh Fransiska Pattimahu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara, yang menyoroti pentingnya strategi pemasaran adaptif dan berbasis keberlanjutan dengan memperhatikan lingkungan, melibatkan masyarakat lokal, serta membuka ruang investasi yang inklusif.
Dalam panel diskusi menghadirkan perspektif perbankan dari Audy Thuda, Pimpinan Divisi Perencanaan Bank SulutGo, yang menyoroti peran bank daerah sebagai mitra pembangunan ekonomi daerah melalui integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat layanan yang lebih aman, relevan, dan personal bagi masyarakat Sulawesi Utara.
Dari sektor ritel, Lenny Suparti, Marketing Manager FreshMart, menjelaskan bagaimana CRM berbasis data yang berfungsi sebagai intelligence engine memungkinkan untuk memprediksi perilaku pelanggan, mengintegrasikan keputusan online-offline, serta menghadirkan interaksi yang tepat sasaran, karena hubungan dengan pelanggan bukan sekadar transaksi, melainkan relasi jangka panjang yang saling menguntungkan.
Perspektif kewirausahaan datang dari Muhammad Pradytio, Project Officer Diplomat Success Challenge & Founder Impala Network, yang mengingatkan bahwa persaingan modern tak cukup hanya mengandalkan harga atau fungsi produk. Menurutnya, konsumen kini mencari pengalaman dan nilai emosional, sehingga brand perlu menghadirkan keunikan sekaligus mengelola biaya secara cerdas agar tetap relevan di tengah perubahan tren pasar.
Dari sektor energi, Revi Aldrian, Manager UP3 Manado PLN UID Suluttenggo, memaparkan transformasi digital PLN melalui inovasi dan pemanfaatan AI di PLN Mobile,Smart Distribution Vegetation Management (DVM), dan SkyProbe berbasis drone AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, keandalan pasokan, serta layanan yang customer focus menuju kepuasan
pelanggan, target zero accident, dan transisi energi bersih.
Pratikno, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil V Manado, berbagi perspektif dari sektor keuangan dengan menyampaikan bahwa, transformasi digital Pegadaian dengan menghadirkan ekosistem emas terintegrasi melalui Pegadaian Bullion Services dan Pegadaian Digital. Inovasi ini memperluas akses, meningkatkan kepuasan nasabah, dan mendorong inklusivitas keuangandi daerah Indonesia Timur.
Sementara itu, Abrizal Ang, Vice President of Operations and Marketing PT Samudra Mandiri Sentosa (SMS), menekankan pentingnya AI di tengah fluktuasi harga dan tekanan impor. Teknologi ini digunakan SMS untuk memprediksi lokasi tangkapan, mengoptimalkan operasi, serta memperkuat strategi pemasaran dan branding. Menurutnya, AI melengkapi
kreativitas manusia agar tim dapat fokus membangun hubungan autentik dan melahirkan ide besar yang memperkuat reputasi perusahaan.
Baca Juga: Pasar Ponsel Indonesia Lesu di Q2 2025 Buntut Ekonomi Lemah
Hari kedua Manado Marketing Festival 2025 juga dimeriahkan dengan penganugerahan Industry Marketing Champion 2025 Sulawesi Utara, Corporate EM for Impact 2025, dan Public Service Awards 2025, serta Content Marketing Competition Awarding hasil kolaborasi MarkPlus Institute dan ANTAM Logam Mulia.
Founder & Chair of MCorp, Hermawan Kartajaya, menutup rangkaian melalui sesi Tech War or Trade War: Memahami Tantangan Baru Pemasaran, menegaskan bahwa tantangan global hanya bisa dijawab melalui adaptasi dan kolaborasi lintas sektor, sekaligus mendorong Sulawesi Utara tampil sebagai pemain strategis di kawasan timur Indonesia.
Manado Marketing Festival 2025 menegaskan bahwa teknologi, inovasi, dan kolaborasi bukan sekadar jargon, melainkan peluang nyata untuk memperkuat industri lokal dan ekonomi kreatif Sulawesi Utara. Dengan sinergi lintas sektor, Sulawesi Utara diharapkan menjadi pusat pertumbuhan kawasan Indonesia Timur sekaligus pilar daya saing nasional di era digital. ***
Berita Terkait
-
Pasar Ponsel Indonesia Lesu di Q2 2025 Buntut Ekonomi Lemah
-
Harga Sewa Naik, Tenant di Plaza 2 Blok M Ramai-Ramai Tutup
-
Prediksi Potensi Bisnis di Ekosistem Futsal: Lapangan Kecil, Ekonomi Besar
-
Gubernur BI Blak-blakan: Jurus Pamungkas Dongkrak Ekonomi RI di 2026!
-
Pembangunan Pembangkit Listrik Berbasis EBT Dinilai Bisa Tingkatkan Ekonomi Desa
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara