Suara.com - Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Galang Batang di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, kini menjelma menjadi salah satu motor penggerak ekonomi paling strategis di garda terdepan Indonesia.
Berkat lokasi KEK Galang Batang yang premium dengan akses langsung ke Selat Malaka dan Laut Cina Selatan, kawasan ini tidak hanya menjadi magnet investasi, tetapi juga pusat dari program hilirisasi industri yang ambisius, menjanjikan puluhan ribu lapangan kerja baru dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Ini bukan sekadar wacana. Pengelola KEK Galang Batang telah menetapkan target yang sangat agresif untuk tiga tahun ke depan.
Mereka memproyeksikan suntikan investasi baru akan mencapai Rp50 Triliun, sebuah angka fantastis yang diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi 20.000 orang.
Jika tercapai, target ini akan menjadi solusi konkret untuk menurunkan angka pengangguran dan membantu mengentaskan kemiskinan di wilayah tersebut.
Jantung dari aktivitas industri di KEK Galang Batang adalah komitmen pada program hilirisasi.
Pengelola KEK Galang Batang, George Santos, menjelaskan fokus utama saat ini adalah "industri hilirisasi bauksit menjadi alumina." Sebuah target produksi ambisius sebesar 4 juta ton alumina ditargetkan akan rampung pada tahun 2026.
Untuk menopang target raksasa tersebut, pembangunan infrastruktur pendukung yang masif kini tengah digeber. Beberapa proyek vital yang sedang dibangun antara lain: Pelabuhan berkapasitas 75.000 ton untuk kelancaran logistik.
Pabrik panel surya sebagai komitmen pada energi bersih. PLTU berkapasitas 900 Megawatt untuk menjamin pasokan energi industri.
Baca Juga: 5 Investasi yang Aman atau Safe Haven saat Kondisi Negara dan Ekonomi Bergejolak
"KEK Galang Batang mampu menyerap puluhan ribu tenaga kerja lokal serta meningkatkan nilai investasi," ungkap George Santos dalam keterangan tertulisnya, Kamis 4 September 2025.
Ia menegaskan bahwa komitmen pada pemberdayaan masyarakat lokal sangat tinggi, di mana "lebih dari 60 persen tenaga kerja di KEK Galang Batang merupakan warga lokal Bintan."
Pengelola KEK Galang Batang memahami bahwa pertumbuhan industri harus diimbangi dengan pembangunan ekosistem sosial yang sehat.
Untuk itu, mereka tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga fasilitas pendukung krusial seperti rumah sakit berkapasitas 100 kamar, politeknik pendidikan dan pelatihan.
Komitmen sosial ini juga diwujudkan melalui program nyata yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan kepada ratusan siswa SD di Bintan.
"Dari sisi sosial, kami sangat mendukung program pendidikan, pelatihan dan keterampilan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat," ujar George.
Berita Terkait
-
5 Investasi yang Aman atau Safe Haven saat Kondisi Negara dan Ekonomi Bergejolak
-
Adopsi Kripto Indonesia 2025 Turun Peringkat 7, Apa Penyebabnya?
-
Harga Emas Antam Hari Ini 1 September 2025; Sedikit Menurun, Apa Sebabnya?
-
Bukan Pabrik, Ini Investasi Baru Apple yang Dibangun di Jakarta Tahun Depan
-
Investasi Aman, Pegadaian Mudahkan Masyarakat Wujudkan Rencana Masa Depan dengan Tabungan Emas
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin
-
Pengguna LRT Meningkat 26 Persen, Masyarakat Pindah dari Kendaraan Pribadi ke Transportasi Umum?