Selain itu, publik juga dikecewakan oleh beredarnya video anggota DPR yang berpesta, bernyanyi, dan menari saat perayaan Hari Kemerdekaan.
Presiden Prabowo Subianto merespons kritik tersebut dengan menyatakan akan menghapus tunjangan istimewa anggota DPR serta memberlakukan moratorium perjalanan dinas ke luar negeri.
Namun langkah itu dianggap sebagian pihak belum cukup untuk meredam amarah masyarakat yang sudah meluas ke berbagai daerah.
Sejauh ini, laporan menyebutkan sedikitnya tujuh orang tewas akibat bentrokan dalam demonstrasi, dan aksi protes masih terus berlangsung.
Gelombang protes tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga meluas hingga ke kampus-kampus luar negeri dan depan kedutaan besar Indonesia di beberapa negara.
Media asing seperti Al Jazeera, Reuters, dan Associated Press turut menyoroti situasi Indonesia, termasuk kasus pembakaran fasilitas publik seperti kantor DPRD.
Organisasi HAM internasional seperti Amnesty International dan Human Rights Watch mengecam dugaan pelanggaran HAM oleh aparat yang menggunakan kekuatan berlebihan terhadap massa.
Beberapa kedutaan besar negara lain bahkan mengeluarkan imbauan resmi agar warganya di Indonesia menghindari area demonstrasi karena dianggap rawan bentrokan.
Analisis media asing menyebut bahwa unjuk rasa besar ini merupakan akumulasi kekecewaan publik terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan politik yang semakin timpang.
Baca Juga: UU Pernah Cepat Disahkan, Ferry Irwandi: 17+8 Tuntutan Rakyat Harusnya Juga Bisa
Mereka menyoroti ketidaksetaraan upah, beban pajak yang semakin berat, dan tunjangan berlebihan untuk anggota parlemen sebagai pemicu utama kemarahan masyarakat.
Perhatian kemudian semakin tersita ketika momen penyiar JTBC lantang membaca komentar kontroversial tersebut beredar luas di media sosial Indonesia.
Kontributor : Chusnul Chotimah
Berita Terkait
-
Pesan Prabowo yang Mampu Redam Kericuhan Banjir Pujian dari Golkar
-
Aksi Kamisan di Istana Negara Pasca-Demo Besar
-
Shanju Istri Jonathan Christie Kena Semprot, Dianggap Tak Peka dengan Penderitaan Rakyat
-
Punya Platform Besar, Apakah Andovi da Lopez Juga Terima Chat Tawaran Jadi Buzzer Kontra Demo?
-
Rizal Armada Ikut Suarakan Kegelisahan, Singgung Pemimpin Bodoh dan Kekanak-kanakan
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Bareskrim Bongkar Gudang Ponsel Ilegal di Sidoarjo, Satu Truk Barang Bukti Disita
-
Sasar Pelanggan Kategori 2A, PAM Jaya Distribusikan Puluhan Toren untuk Ibu-ibu di Koja
-
Terisak Merasa Dikambinghitamkan, Ibam: Niat Bantu Nadiem Malah Dikriminalisasi 22 Tahun
-
Analis Masih Yakin Amerika Kalah Perang dengan Iran Meski dengan Bom
-
Terima Telepon PM Albanese, Prabowo Bahas Ekspor Pupuk Urea ke Australia
-
Warga Ciduk Pengguna Sabu Mondar-mandir saat Cari Ikan Sapu-sapu, Sempat Disuruh Tiduran di Got
-
LPG 12 Kg Melejit Rp228 Ribu, Pemprov DKI Perketat Pengawasan 'Eksodus' ke Gas Melon
-
Longsor Jadi Peringatan, DPRD DKI Percepat Pembenahan TPST Bantargebang
-
Pakar: Penegakan Hukum Jadi Kunci Tekan Rokok Ilegal
-
Rosan Roeslani Lapor ke Prabowo: Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun