- Kasus mutilasi di Pacet, Mojokerto dengan korban Tiara Angelina Saraswati menggemparkan publik.
- Ada peran makhluk berbulu beri petunjuk lokasi korban mutilasi di Pacet Mojokerto.
- Hingga kini, telah ditemukan 310 potongan tubuh korban.
Suara.com - Kasus mutilasi Mojokerto, dengan korban Tiara Angelina Saraswati (TAS) benar-benar mengejutkan publik sejak beberapa hari terakhir.
Pelaku kejahatan sadis tersebut ternyata adalah kekasih korban sendiri, Alvi Maulana (24), yang diketahui pernah bekerja sebagai tukang jagal.
Hingga kini, setidaknya tercatat ada 310 potongan tubuh korban yang berhasil ditemukan di beberapa lokasi yang berbeda-beda.
Penemuan mengerikan itu pertama kali dialami Suliswanto bersama keponakannya.
Niat awal mencari rumput justru berubah menjadi momen horor ketika mereka menemukan potongan tubuh manusia di dasar jurang.
Setelah menerima laporan warga, polisi segera melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan mayat.
Dalam upaya proses pencarian, ada peran makhluk berbulu beri petunjuk lokasi korban mutilasi di Pacet, Mojokerto.
Tim kepolisian mengerahkan anjing pelacak K-9 Polda Jatim jenis Labrador. Anjing pelacak ini berhasil menemukan potongan telapak tangan kanan korban.
"Titik penemuan tersebut padahal sebelumnya sudah disisir oleh polisi bersama relawan, potongan telapak tangan langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk diidentifikasi," kata AKBP Ihram melalui Kasi Humas Polres Mojokerto Iptu Suyanto.
Baca Juga: Motif Mutilasi Mojokerto: Konflik Hubungan Tidak Sah dan Tekanan Ekonomi
"Ibu jari tengah pada telapak tangan ini sudah rusak karena banyak sayatan," lanjutnya.
Dari hasil penyisiran lanjutan di semak-semak Dusun Pacet Selatan, polisi menemukan 65 potongan tubuh manusia.
Sebanyak 63 potongan terdiri atas jaringan otot, lemak, kulit kepala, serta rambut. Ukuran rata-rata potongan sekitar 17x17 cm, dengan panjang rambut mencapai 14 cm.
Sementara dua potongan lain berupa telapak kaki kiri dan pergelangan tangan kanan, masing-masing berukuran 21x9 cm dan 16x10 cm.
Melansir dari Antara, Rumah Sakit Pusat Pendidikan (Pusdik) Sabhara Porong, kini telah menerima sekitar 310 potongan tubuh yang diduga milik korban mutilasi Mojokerto.
Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara Porong, Komisaris Polisi (Kompol) dr. Zaid, menjelaskan bahwa potongan tubuh korban diterima secara bertahap.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung
-
Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa
-
1 Tahun Sekolah Rakyat, Wamensos: Alhamdulillah Cukup Berhasil
-
Bukan Sekadar Kunjungan Biasa, Jokowi Ungkap Alasan Hadiri Rakorda PSI di Lampung
-
Penandaan APBD 2027: Langkah Strategis Kemendagri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Mendagri: Parade Tenun Belu Jaga Warisan Budaya dan Gerakkan Ekonomi Daerah
-
Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak