- Adik ipar Purbaya ungkap kisah dua iparnya di pemerintahan, satu mundur, satu jadi Menkeu.
- Irra Abu beri dukungan dan doa agar Purbaya kuat jalani tugas berat sebagai Menteri Keuangan.
- Warganet titip pesan agar Purbaya bijak buat kebijakan, tak menyusahkan rakyat kecil.
Suara.com - Purbaya Yudhi Sadewa baru saja dilantik menjadi Menteri Keuangan. Baru sehari menjabat, sudah ada beberapa kehebohan yang timbul.
Salah satunya hadir dari kerabat Yudhi Sadewa, Irra Abu. Ia yang merupakan adik ipar sang menteri bercerita soal nasib dua saudara iparnya yang berada di pemerintahan.
Cerita pertama adalah tentang suami kakak nomor satu Irra Abu. Dulu, iparnya itu pernah punya jabatan penting di zaman Presiden Jokowi, namun memilih untuk berhenti.
"Dulu suami kaka no.1 jadi Dirjen Pajak jaman Jokowi tapi karena target pajak tidak tercapai dan banyak kebijakan Jokowi yang bertentangan dengan hati serta pemikiran, akhirnya mengundurkan diri secara suka rela," tulis Irra Abu dikutip dari thread Instagram, Selasa, 9 September 2025.
Namun, nasib berbeda 180 derajat dialami oleh suami kakak ketiganya, Purbaya Yudhi Sadewa.
Jika ipar yang satu memilih mundur, Purbaya justru mendapat kepercayaan untuk menjadi seorang menteri, menggantikan posisi Sri Mulyani.
"Sekarang suami kaka no.3 (Purbaya Yudhi Sadewa) jadi Menteri Keuangan menggantikan Ibu Sri Mulyani, menteri keuangan wanita yang terbaik dan luar biasa," jelasnya.
Irra Abu sadar betul tugas yang diemban iparnya sebagai menteri sangatlah berat. Karena itu, ia pun tak lupa memberikan doa dan dukungan.
"Doa saya Semoga Mas Yudhi kuat dan mampu mengemban tugas yang sangat berat," lanjutnya.
Baca Juga: Baru Dilantik, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Sudah Bikin Joko Anwar Emosi
Curhatan Irra Abu ini langsung ramai dikomentari oleh netizen. Ada satu komentar yang cukup mencuri perhatian, berisi pesan untuk sang menteri baru.
Netizen itu menitipkan pesan agar Purbaya sebagai pejabat baru tidak membuat kebijakan yang menyusahkan rakyat kecil dan lebih banyak bekerja.
"Titip pesan saja, Semoga menjabat dengan Jujur dan tidak mencekik rakyat dengan kenaikan pajak lagi," kata Nia Theresia.
Si pemilik akun juga menyisipkan ucapan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut 17+8 tuntutan, berasal dari sedikit rakyat.
"Mungkin di atas nggak kerasa ya goncangan perekonomian rakyat menengah ke bawah, sampai tuntutan 17+8 ini dianggap keluhan 'sebagian kecil' masyarakat," katanya.
"Setahu saya masyarakat kelas atas hanya 1% dan 17.13% masuk kelas menengah. jd yg low middle class >80%," imbuhnya.
Berkaca pada hal tersebut, ia merasa sang menteri harus turun untuk tahu kondisi sebenarnya.
"Kalau ini dianggap sedikit sepertinya ipar anda perlu turun ke lapangan. Jangan banyak omong dulu. Talk less do more," tulisnya.
Berita Terkait
-
Profil Purdue University Kampus Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Neil Armstrong Juga Kuliah di Sini
-
Akui Sri Mulyani Sosok Berintegritas, Mahfud MD Beber Penyebab Menkeu Diganti
-
Apakah Ada Agen CIA di Indonesia? Viral Tuduhan Diduga Anak Purbaya Yudhi Sadewa
-
Pesan Terakhir Nan Haru Sri Mulyani, Minta Privasi Dihormati Usai Tak Lagi Jadi Menteri Keuangan
-
Profil Lengkap Yudo Sadewa, Putra Menkeu Baru yang Picu Kontroversi Usai Sebut Sri Mulyani Agen CIA
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis