Suara.com - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin resmi rangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanaan ad interim, Selasa (9/9/2025).
Sehari sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Budi Gunawan dari jabatan Menkopolkam.
Sjafrie sendiri bergerak cepat mengambil alih komando di Kantor Kemenkopolkam.
Dia langsung memimpin rapat perdana, Selasa sore.
Sjafrie langsung memimpin rapat bersama jajaran pejabat eselon I di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.
Dalam forum strategis itu, ia memberikan arahan awal sebagai pemegang sementara salah satu pos kementerian paling vital di kabinet, yang kini menjadi sorotan publik.
Rapat tersebut dibuka oleh Wakil Menko Polkam Lodewijk F Paulus, yang secara resmi menyambut tugas rangkap jabatan Sjafrie.
“Kami sampaikan selamat datang kepada Bapak Menhan selaku Menko Polkam ad interim,” ujar Lodewijk, sebelum sesi arahan dari Sjafrie dilangsungkan secara tertutup dan tanpa peliputan media.
Kehadiran Sjafrie di Kemenko Polhukam merupakan buntut langsung dari perombakan kabinet yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin (8/9).
Baca Juga: Soal Budi Gunawan Kena Reshuffle, Politisi PDIP: Itu Hak Prerogatif Presiden, Harus Dihormati
Budi Gunawan, yang sebelumnya menjabat Menko Polhukam, diberhentikan dari posisinya, menciptakan kekosongan mendadak di pucuk pimpinan kementerian tersebut.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah mengonfirmasi bahwa Presiden belum menunjuk pengganti definitif untuk Budi Gunawan, sehingga solusi sementara menjadi pilihan utama.
"Untuk sementara waktu beliau akan menunjuk ad interim untuk menjabat sebagai Menko Polkam. Tunggu nanti diumumkan," kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Senin.
Langkah cepat Sjafrie menggelar rapat internal mengisyaratkan adanya urgensi untuk memastikan stabilitas dan koordinasi di sektor polhukam tidak terganggu selama masa transisi, sembari menanti keputusan Presiden mengenai sosok Menko Polhukam definitif.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Budi Gunawan Kena Reshuffle, Politisi PDIP: Itu Hak Prerogatif Presiden, Harus Dihormati
-
Bikin Mahfud MD Terkejut, Ini Rekam Jejak Eks Menko Polkam Budi Gunawan yang Dicopot Prabowo
-
Mahfud MD Terkejut dengan Pencopotan BG dalam Reshuffle Kabinet Prabowo
-
Pengamat: Reshuffle Prabowo Gusur Orang Jokowi dan Menteri Bermasalah
-
Istana Angkat Bicara soal Kekosongan Jabatan Menko Polhukam dan Menpora
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!