- Kapolda Metro Jaya didesak mundur terkait kasus kematian driver ojol.
- Korban, Affan Kurniawan, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob.
- Irjen Asep dikenal berprestasi, namun dinilai lalai awasi bawahan.
Suara.com - Kasus kematian driver ojol Affan Kurniawan yang terjadi pada Kamis (28/08/2025) lalu saat ia melintas di depan mobil taktis Brimob membuat banyak orang terutama para anggota solidaritas ojek online mendesak Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri mundur dari jabatannya.
Tak hanya itu, para anggota komunitas ojol ini juga sempat merencanakan akan menggelar aksi demo dengan tuntutan kepada Asep untuk segera mundur dari jabatannya karena dianggap tak mumpuni untuk menyelesaikan permasalahan tindakan anggota Brimob Polda Metro Jaya yang menyebabkan Affan tewas usai dilindas kendaraan taktis.
Sosok Asep pun kini tengah jadi sorotan publik. Sebelumnya, ia diketahui merupakan salah satu Perwira Polri berprestasi hingga berhasil diamanahkan jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya.
Lalu, seperti apa profil dan kekayaan yang dimiliki Asep? Simak inilah selengkapnya.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri merupakan sosok pemimpin Polri yang berpengalaman di bidang reserse. Ia resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) sejak 5 Agustus 2025 lalu.
Ia diketahui lahir pada 16 November 1972 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sejak kecil, Asep bercita-cita untuk meneruskan jejak pengabdian orang tuanya yaitu Letkol Infanteri Purn A. Sukmana yang juga berlatar belakang militer.
Mengawali kariernya, Asep Edi Suheri menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus tahun 1994. Selanjutnya, ia memperdalam ilmu reserse dengan mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada tahun 2004. Pendidikan lanjutan ini menjadi modal awal baginya untuk menapaki jenjang karier strategis.
Ia pun pernah menjabat beberapa jabatan strategis seperti :
Kariernya di lapangan dimulai dari berbagai jabatan kapolres hingga mencapai level nasional:
Baca Juga: Babak Baru Kasus Delpedro: Polisi Geledah Kantor Lokataru dan Apartemen Keluarga
- Kapolresta Cirebon (2011)
- Kapolres Sukabumi (2012)
- Wakapolresta Bekasi Kota (2015)
- Kapolresta Tangerang (2016)
- Kabaglotas Set NCB Interpol Divhubinter Polri (2017)
- Wadirtipidter Bareskrim Polri (2020)
- Karokorwas PPNS Bareskrim Polri (2020)
- Dirtipidsiber Bareskrim Polri (2021)
- Wakabareskrim Polri (2022)
- Kaops NCS (Nusantara Cooling System) (2024)
- Kapolda Metro Jaya (2025)
Ia juga telah mencatat beberapa prestasi penting sepanjang kariernya, antara lain :
- 2013 - Berhasil menangkap 95 imigran gelap asal Timur Tengah yang hendak menyeberang ke Pulau Christmas, Australia, via perairan.
- 2017 - Dihargai MUI Tangerang karena ketegasannya dalam menjaga moral publik di acara hiburan
- 2021 - Mengungkap kejahatan penipuan dunia maya melalui email lintas negara, dengan kerugian mencapai sekitar Rp 82 miliar
- 2022 - Menuntaskan kasus dugaan pencucian uang terkait “crazy rich” Doni Salmanan dan penyidikan ujaran kebencian soal IKN Nusantara dengan tersangka Edy Mulyadi
- 2023 - Ditunjuk sebagai Ketua Satgas TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dan Kepala Satgas Antimafia Bola, mengungkap praktik suap atau match-fixing dalam laga Liga 2
- 2024 - Berhasil membongkar jaringan perjudian online yang merugikan negara dan masyarakat
Sejak dilantik sebagai Kapolda Metro Jaya, Asep pun dihadapkan dengan beberapa kondisi besar, termasuk aksi demonstrasi besar-besaran yang terjadi di Gedung DPR/MPR RI pada Agustus lalu dan juga kasus pelindasan dua driver ojol yang menyebabkan satu di antara mereka meninggal dunia.
Pasca kasus kematian Affan yang terjadi akibat tindakan bawahannya, Asep pun akhirnya buka suara dan menghadiri pemakaman Affan pada Jumat (29/08/2025) lalu. Ia pun meminta maaf atas nama Polda Metro Jaya atas kasus kematian yang menyebabkan Affan kehilangan nyawa.
Ia juga berjanji akan mengusut tuntas kasus pelindasan ojol ini. Meskipun sudah meminta maaf, namun Asep dianggap telah lalai dalam mengawasi kerja bawahannya sehingga membuat nyawa orang lain yang tak bersalah menjadi melayang. Ia pun didesak mundur dari jabatannya, namun hingga kini belum ada keterangan lanjut dari pihak Asep mengenai desakan tersebut.
Kekayaan Asep
Sebagai perwira tinggi Polri, Asep diwajibkan untuk melaporkan LHKPN-nya setiap periode. Berdasarkan LHKPN yang ia laporkan pada periodik 2024, Kapolda Metro Jaya ini memiliki total kekayaan sebesar Rp 9 miliar.
Berita Terkait
-
Melawan Kritik dengan Kekuatan Negara? TNI Dikecam Keras Karena Laporkan Ferry Irwandi!
-
Yusril Temui Direktur Lokataru di Tahanan, Jamin Proses Hukum Akan Diawasi
-
Yusril Kunjungi Tahanan Demo di Polda Metro, Temukan Banyak yang Belum Didampingi Pengacara
-
Pamer Besuk Delpedro Marhaen, Menko Yusril Malah Ditantang Tahan Silfester Matutina: Lembek!
-
Sopir Ojol Berapi-api Orasi saat Demo Massa Mahasiswa di DPR: Ingat, Semua Kawal Tuntutan Rakyat!
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
7 Hal Penting Terkait Dicopotnya Dezi Setiapermana dari Jabatan Kajari Magetan
-
Sampah Sisa Banjir Menumpuk di Kembangan, Wali Kota Jakbar: Proses Angkut ke Bantar Gebang
-
Diperiksa 8 Jam Soal Kasus Korupsi Haji, Eks Stafsus Menag Irit Bicara
-
Resmi! Komisi XI DPR RI Sepakati Keponakan Prabowo Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
-
Panglima TNI Minta Maaf atas Insiden Truk TNI Himpit Dua Polisi Hingga Tewas
-
Plot Twist Kasus Suami Lawan Jambret Jadi Tersangka: Sepakat Damai, Bentuknya Masih Abu-abu
-
Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera Terus Menunjukkan Progres Positif
-
Disetujui Jadi Hakim MK, Adies Kadir Sampaikan Salam Perpisahan Emosional untuk Komisi III
-
Tito Pastikan Proses Belajar Mengajar di Tiga Provinsi Pascabencana Pulih 100 Persen
-
Periksa Enam Orang Saksi, Polisi Pastikan Reza Arap Ada di TKP saat Kematian Lula Lahfah