- Hakim Agung Dwiarso Budi Santiarto jadi pimpinan baru di MA
- Kemenangan Dwiarso diraih secara meyakinkan melalui dua putaran
- Pemilihan ini menunjukkan proses demokrasi internal di Mahkamah Agung
Suara.com - Mahkamah Agung (MA) resmi memiliki pimpinan baru. Hakim Agung Dwiarso Budi Santiarto terpilih sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial dalam sebuah Sidang Paripurna Khusus yang digelar di Gedung MA, Jakarta, pada Rabu (10/9/2025).
Kemenangannya dipastikan setelah melalui proses pemilihan yang berlangsung sengit dalam dua putaran.
Dwiarso, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Muda Pengawasan MA, berhasil mengamankan posisi strategis tersebut setelah meraih suara mayoritas mutlak pada putaran kedua.
Ia sukses mengumpulkan 25 suara, meninggalkan jauh dua pesaingnya, Hakim Agung Hamdi yang hanya memperoleh empat suara dan Hakim Agung Prim Haryadi dengan sembilan suara.
Kemenangan Dwiarso langsung disahkan oleh Ketua MA, Sunarto, yang memimpin jalannya sidang.
"Berdasarkan berita acara hasil penghitungan suara, ternyata Yang Mulia Dwiarso Budi Santiarto telah mendapatkan sebanyak 25 suara. Dengan demikian, Yang Mulia Dwiarso Budi Santiarto ditetapkan sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial terpilih," kata Ketua MA Sunarto selaku pimpinan sidang sebagaimana dilansir Antara.
Proses pemilihan ini diikuti oleh 39 dari total 41 hakim agung yang memiliki hak suara, sementara dua hakim lainnya berhalangan hadir. Persaingan untuk menduduki kursi Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial ini terbilang ketat.
Pada awal proses, lima hakim agung menyatakan kesediaannya untuk dicalonkan, mereka adalah Hakim Agung Dwiarso Budi Santiarto, Hamdi, Haswandi, Prim Haryadi, dan Yasardin.
Pada putaran pertama, tidak ada satu pun calon yang berhasil meraih suara lebih dari 50 persen, sehingga pemilihan harus dilanjutkan ke putaran kedua. Sesuai tata tertib, tiga calon dengan suara terbanyak berhak melaju.
Baca Juga: DPR Usul Batasi Kesempatan Calon Hakim Agung, KY Jamin Seleksi Bebas 'Titipan'
Pada putaran pertama, Dwiarso Budi Santiarto sudah menunjukkan keunggulannya dengan perolehan 17 suara. Ia diikuti oleh Hamdi dan Prim Haryadi yang sama-sama mengantongi enam suara. Sementara itu, Haswandi dan Yasardin masing-masing hanya mendapatkan empat suara. Terdapat pula dua suara yang dinyatakan tidak sah.
Setelah sidang sempat diskors selama 10 menit untuk persiapan, putaran kedua pun digelar. Dalam putaran penentuan ini, Dwiarso Budi Santiarto semakin mengukuhkan posisinya dengan meraih 25 suara, sebuah lonjakan signifikan yang memastikan kemenangannya secara telak.
Berita Terkait
-
DPR Usul Batasi Kesempatan Calon Hakim Agung, KY Jamin Seleksi Bebas 'Titipan'
-
Disentil DPR Punya 'Dosa Lama' Plagiat, Siapa Sosok Calon Hakim Agung yang Bikin Gaduh Seleksi?
-
Dugaan Plagiarisme Kembali Bayangi Seleksi Hakim Agung, KY dan DPR Saling Sanggah
-
Di DPR, KY Umumkan 13 Calon Hakim Agung dan 3 Ad Hoc HAM, Ini Daftar Nama-namanya
-
Daftar 15 Calon Hakim Agung yang Diajukan Komisi Yudisial ke DPR RI
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Kenapa Polisi 'Ngotot' Larang Mahasiswa Demo di Kawasan Bundaran HI?
-
Komisaris Vendor Motor Listrik Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Siasat Licik Andrew Mulyono Dekati Lodewyk Pusung Demi Kuasai Proyek Motor BGN Rp1 Triliun!
-
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis di Pekanbaru, Belasan Motor dan Mobil Disita