- Alasan Resmi Pengunduran Diri
- Bantahan Isu Menteri
- Hak Prerogatif Presiden
Suara.com - Panggung politik nasional kembali dihebohkan dengan keputusan mengejutkan dari Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Keponakan dari Presiden terpilih Prabowo Subianto ini secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya sebagai anggota legislatif.
Pengumuman yang disampaikan langsung melalui akun media sosialnya ini sontak memicu gelombang spekulasi liar: apakah langkah ini merupakan persiapan untuk menduduki kursi menteri di kabinet mendatang?
Kabar ini langsung ditanggapi oleh internal Partai Gerindra. Sekretaris Fraksi Gerindra DPR RI, Bambang Hariyadi, dengan tegas menepis rumor yang mengaitkan mundurnya Saraswati dengan posisi di eksekutif.
Menurutnya, isu tersebut tidak lebih dari sekadar spekulasi tanpa dasar yang jelas.
Bambang menegaskan bahwa segala keputusan terkait penyusunan kabinet adalah hak prerogatif penuh Presiden Prabowo Subianto. Fraksi Partai Gerindra, katanya, tidak dalam posisi untuk mencampuri atau bahkan mengomentari urusan yang menjadi wewenang mutlak kepala negara.
"Sebuah isu kalau tidak tahu narasumbernya itu namanya gosip, kan. Kalau di Islam, gibah. Jadi tidak perlu kita bahas," kata Bambang di kompleks parlemen, Jakarta, dilansir Antara, Kamis (11/9/2025).
Meski membantah isu menteri, Bambang mengakui bahwa fraksi belum mengetahui secara detail alasan pribadi di balik keputusan Saraswati. Namun, ia menyatakan menghormati langkah politik yang diambil oleh rekannya tersebut.
Ia meyakini bahwa keputusan sebesar ini telah melalui pertimbangan yang sangat matang, baik dari Saraswati pribadi maupun pihak keluarga.
Dari sisi mekanisme partai, Fraksi Gerindra akan segera berkoordinasi dengan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk memproses pengunduran diri Saraswati.
Baca Juga: Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Gerindra Hormati, Tapi...
"Penempatan kader sebagai calon legislatif juga merupakan kewenangan partai politik, dan di dalam Undang-Undang Partai Politik maupun Undang-Undang Pemilu bahwa peserta pemilu adalah partai politik," jelas Bambang.
Lantas, apa alasan sebenarnya di balik pengunduran diri yang tiba-tiba ini? Melalui sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, @rahayusaraswati, pada Rabu (10/9), Saraswati memberikan klarifikasi langsung.
Ia menyatakan bahwa keputusannya untuk mundur dilatari oleh kesadarannya bahwa ada ungkapannya di masa lalu yang telah dinilai menyakiti banyak pihak.
Dalam video tersebut, Saraswati menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas ucapan dan kesalahannya. Ia menunjukkan sikap ksatria dengan mengambil tanggung jawab penuh atas dampak dari pernyataannya.
"Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai Anggota DPR RI kepada Fraksi Partai Gerindra," kata Rahayu dalam unggahan video di akun Instagram-nya, Rabu (10/9).
Pernyataan ini menggeser fokus publik dari spekulasi kursi menteri ke kontroversi yang melatarbelakangi keputusannya. Langkah mundur ini menjadi sebuah preseden, di mana seorang pejabat publik memilih untuk meletakkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas ucapannya.
Berita Terkait
-
Rahayu Saraswati Mundur dari DPR, Gerindra Hormati, Tapi...
-
Mundur dari DPR, Keponakan Prabowo Ini Ternyata Cukup Setia di Selera Otomotif, Garasinya Jadi Bukti
-
Geger Ucapan 'Mental Kolonial', Bikin Rahayu Saraswati Keponakan Prabowo Resign dari DPR
-
Bedah Tuntas Kontroversi Rahayu Saraswati: 4 Poin Viral yang Berujung Mundur dari DPR
-
Video dan Pernyataan yang Bikin Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Mundur dari Kursi DPR RI
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Buka Raker Bareng Kapolri, Ketua Komisi III DPR Bedah 7 Lini Transformasi Reformasi Polri
-
Laporkan Stabilitas Kamtibmas 2025, Kapolri Singgung Agustus Kelabu Saat Rapat Bereng Komisi III
-
KPK Panggil Bos Maktour dalam Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
-
Maling Nekat Diduga Bongkar 200 Meter Trotoar Jalan Raya Cilincing Demi Curi Kabel PJU
-
Menteri PPPA Tegas Soal MBG: Hak Anak yang Tak Boleh Dilanggar
-
Mendagri Dorong Percepatan Relokasi Warga dan Penguatan Tata Ruang Pascabencana Longsor
-
BMKG: Pagi Hari Jakarta Bakal Diguyur Hujan
-
Cegah Risiko Keamanan Pangan, BGN Minta SPPG dan Sekolah Sepakati Aturan Konsumsi MBG
-
Mengenang Capt. Andy: Pilot Senior yang Gugur dalam Tugas, Sosok Loyal dengan Selera Humor Tinggi
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang