Ketua RT 14 RW 16, Yono (61) menyambut baik pembuatan septic tank di Rusunami Bidara Cina. Selama ini, sarana yang ada sudah tidak berfungsi dengan baik.
“Tentunya bagus ya (septic tank) ini. Soalnya yang lama sudah nggak berfungsi karena mesinnya mati. Warga ngeluh karena mampet. Mau enggak mau pipa ya dibolongin agar lancar ke bawahnya,” tutur Yono.
Imbasnya, limbah yang dihasilkan dari aktivitas di Rusunami itu terbuang ke saluran air karena septic tank yang sudah tak berfungsi.
“Di penampungan kotorannya (septic tank), tapi karena penuh mungkin jadi sisanya meluap ke kali itu, kadang juga lewat ke got,” lanjutnya.
Pengamat Lingkungan Hidup, Trubus Rahadiansyah, menilai pembangunan septic tank komunal maupun tangki Biopal oleh Pemprov DKI merupakan langkah penting untuk menekan praktik BABS yang masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta.
“Pembangunan septic tank ini sangat krusial, terutama di kawasan padat penduduk yang selama ini minim akses sanitasi. Dengan adanya fasilitas seperti ini, masyarakat terdorong untuk beralih dari kebiasaan BABS menuju perilaku hidup bersih,” jelas Trubus.
Menurutnya, selain aspek kesehatan, penyediaan septic tank juga berdampak pada kualitas lingkungan kota. Air tanah dan badan air akan lebih terlindungi dari pencemaran, sehingga risiko penyakit berbasis lingkungan bisa ditekan.
“Sanitasi itu bukan sekadar soal infrastruktur, tapi menyangkut kesehatan publik. Kalau perilaku BABS tidak dihentikan, maka biaya sosial dan ekonomi akibat penyakit akan jauh lebih besar daripada membangun septic tank,” pungkasnya.***
Baca Juga: Viral Pagar Beton di Cilincing Halangi Nelayan, Pemprov DKI: Itu Izin Pemerintah Pusat
Berita Terkait
-
Pramono Anung Bicara Kasus Campak di Jakarta, Ada Peningkatan?
-
Sesumbar Kasus Campak di Jakarta Tak Naik, Pramono: Tak Seperti yang Dikhawatirkan!
-
Gubernur DKI Jakarta Beri Penjelasan Wacana Kenaikan Tarif Parkir Mobil dan Motor
-
Pramono Anung Ungkap Reaksi Spontan Pasca Ojol Affan Tewas Dilindas Rantis Brimob
-
Dikritik Tak Turun Saat Rusuh, Gubernur Pramono: Saya Mantan Demonstran, Tak Mau Ambil Panggung
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Menteri PPPA Minta Proses Hukum Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Pati Dipercepat
-
Peneliti UGM: 60 Persen Tenaga Kerja Indonesia di Sektor Informal, Perlindungan Masih Lemah
-
Soroti Kasus Dokter Magang Meninggal Kelelahan, MGBKI Dorong Reformasi Sistem Internsip Nasional
-
Dokter Magang di Jambi Meninggal Diduga Kelelahan, MGBKI Kritik Adanya Kegagalan Sistem
-
Wamendagri Bima: Generasi Muda Harus Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju
-
Wamendagri Bima Arya Nilai Pacitan Berpotensi Jadi Kota Wisata Unggulan
-
Groundbreaking Mapolda DIY, Kapolri Dorong Pelayanan Polisi Berbasis AI dan Data
-
Siapa yang Salah? Polisi Periksa 31 Saksi Terkait Kecelakaan Beruntun KRL vs Argo Bromo
-
Dukung Asta Cita Prabowo, TNI dan Masyarakat Tanami Jagung Lahan 2 Hektare di Cibeber
-
MBG Tak Boleh Anti Kritik, APPMBGI Usul BGN Bentuk Tim Independen Awasi Program