- Aksi demo besar yang diikuti 5.000 pengemudi ojol digelar tepat pada Hari Perhubungan Nasional
- Massa aksi menargetkan tiga lokasi strategis yaitu Istana Negara, Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI
- Aksi ini direspons dengan pengamanan ketat dari 6.118 personel aparat gabungan
Suara.com - Jakarta menjadi saksi bisu pergerakan massa besar-besaran pada Rabu (17/9/2025). Sekitar 5.000 pengemudi ojek online (ojol) turun ke jalan, mengepung titik-titik vital pemerintahan mulai dari Istana Kepresidenan, Kementerian Perhubungan, hingga Gedung DPR RI.
Aksi yang digelar bertepatan dengan momen Hari Perhubungan Nasional ini membawa satu pesan kuat untuk Presiden Prabowo Subianto, evaluasi total sektor perhubungan yang dinilai mengalami kemunduran.
Aksi yang dimotori oleh Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia ini bukan sekadar unjuk rasa biasa. Ini adalah puncak akumulasi kekecewaan para driver terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada rakyat. Berikut adalah sederet fakta penting di balik demo akbar ojol yang berpotensi melumpuhkan sebagian ibu kota hari ini.
1. Momen Ironis di Hari Perhubungan Nasional
Pemilihan tanggal 17 September bukan tanpa alasan. Para pengemudi ojol sengaja memilih Hari Perhubungan Nasional untuk menyuarakan protes mereka. Menurut Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, ini adalah cara untuk menunjukkan sebuah anomali besar dalam dunia perhubungan tanah air. Momen yang seharusnya menjadi perayaan kemajuan justru dijadikan panggung untuk menyoroti kemunduran.
"Hari Perhubungan Nasional yang seharusnya dapat menjadi suatu kebanggaan kemajuan Indonesia pada bidang perhubungan akan menjadi saat yang tepat bagi Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menyuarakan bahwa terjadi kemunduran Kementerian Perhubungan semenjak Dudy Purwaghandi diangkat oleh Presiden Prabowo menjadi Menteri Perhubungan," ujar Raden melalui keterangan pers yang diterima, Selasa (16/9/2025).
2. Tiga Lokasi Vital Jadi Sasaran Aksi
Pergerakan massa ojol hari ini direncanakan secara strategis untuk menyasar tiga simbol kekuasaan. Menurut Yudha, perwakilan dari Garda Indonesia, rute aksi akan dimulai dari titik kumpul di Mako Tekab Indonesia, Jakarta Pusat, kemudian bergerak secara konvoi.
"Kami akan berangkat bersama, titik kumpulnya di Mako Tekab Indonesia di Jakarta Pusat. Otw Istana baru ke Kemenhub satu per satu, titik akhir di DPR RI," terang Yudha.
Baca Juga: Demo Ojol 17 September, Cek Rute Pengalihan Arus dan 5 Titik Neraka Kemacetan Ini!
Tiga lokasi ini dipilih untuk menyampaikan pesan langsung kepada eksekutif (Istana dan Kemenhub) serta legislatif (DPR).
3. Tujuh Tuntutan Utama Jadi Amunisi Perlawanan
Massa aksi tidak datang dengan tangan kosong. Mereka membawa tujuh tuntutan konkret yang menjadi inti dari perjuangan mereka. Tuntutan ini mencakup aspek regulasi, tarif, hingga keadilan bagi para driver.
"Tuntutan utama aksi ojol R2, driver online R4 dan kurir online pada Rabu, 17 September 2025 adalah "Potongan Aplikator 10% dan Copot Menteri Perhubungan,"" beber Raden.
Berikut adalah rincian tujuh tuntutan tersebut:
- RUU Transportasi Online agar masuk pada Prolegnas 2025-2026.
- Potongan Aplikator 10% Harga Mati.
- Regulasi Tarif Antar Barang dan Makanan.
- Audit Investigatif potongan 5% yang telah diambil oleh aplikator.
- Hapus Aceng, Slot, Multi Order, Member Berbayar dll.
- Copot Menteri Perhubungan.
- Kapolri Usut Tuntas Tragedi 28 Agustus 2025.
4. Ribuan Aparat Gabungan Turun Tangan
Tag
Berita Terkait
-
Demo Ojol 17 September, Cek Rute Pengalihan Arus dan 5 Titik Neraka Kemacetan Ini!
-
Ribuan Personel Gabungan Jaga Ketat Demo Ojol di Istana hingga DPR
-
Demo Ojol 179 Pecah Sikap: Mayoritas Driver Tolak Turun ke Jalan, Pilih 'Ngebid' Hindari Politisasi
-
Geruduk DPR dan Kemenhub, Ini Rincian 7 Tuntutan Demo Ojol untuk Pemerintah dan Aplikator
-
Terpecah! Komunitas URC Jaksel Ogah Ikut Demo Hari Ini: Mereka Bukan Ojol Sejati
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Tahan Beli, Emas Antam Harganya Naik Lagi Jadi Rp2,61 juta/Gram
-
CNMA Kantongi Rp2,6 Triliun, Keuntungan Besarnya Ternyata Bukan Bioksop!
-
Dua Aksi Demo Warnai Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Kerahkan 597 Personel
-
Tak Hanya Penggerak Ekonomi, Industri Juga Jadi Motor Konservasi Laut
-
7 Perbedaan Parfum EDT, EDP, dan Extrait de Parfum: Daya Tahan hingga Karakter Aroma
-
IHSG Pagi Ini Melesat ke Level 6.200, Saham Diburu Investor
-
Baru Sehari Dibuat, Mural 'Tritura Baru' Mahasiswa Trisakti Dicat Hitam Petugas
-
Harga Jual Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 3 Agustus 2026
-
Dari Bali hingga Sumatra, Main Hakim Sendiri Kian Marak: Krisis Kepercayaan atau Efek Populisme?
-
Prediksi Skor, Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026