- PDIP mengkritik upaya pemerintah di sektor pelayanan kesehatan karena dianggap belum memberikan rasa adil bagi masyarakat
- PDIP mengungkap sederet masalah dalam pelayanan kesehatan termasuk soal prasarana hingga jumlah nakes yang masih minim.
- Sejumlah penyakit pasien yang tidak di-cover BPJS Kesehatan juga menjadi kritikan PDIP.
Suara.com - Pelayanan kesehatan di Tanah Air dianggap masih belum memberikan rasa keadilan bagi masyarakat. Hal itu diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bidang Jaminan Sosial, Charles Honoris dalam acara Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia bertemakan ‘Seluruh Rakyat Berhak Sehat’ yang digelar oleh DPP PDIP di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (17/9/2025).
Dia pun mengaku masih banyak rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan bagi pasien termasuk di kota-kota besar.
“Fakta di lapangan masih menunjukkan adanya berbagai tantangan serius, baik itu ketimpangan layanan antara kota besar dan daerah terpencil, lalu banyaknya antrean yang masih terjadi di rumah sakit-rumah sakit," bebernya.
Dia juga membeberkan minimnya prasarana dan sarana kesehatan di rumah sakit hingga tenaga kesehatan alias nakes. Hal itu yang menjadi pekerjaan rumah alias PR pemerintah untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.
“Semua ini berdampak langsung pada kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan nasional kita dan negara tidak boleh berhenti pada kebanggaan angka semata karena akses tanpa mutu adalah ilusi," ujarnya.
Dalam pernyataannya, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu juga kembali menyinggug soal pesan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang menyerukan agar partainya menjadi penyeimbang pemerintah.
“Artinya, kami bukan hanya mengkritik, tetapi juga akan menghadirkan solusi. Peringatan ini bukan sekedar seremoni, melainkan sebuah pengingat bahwa keselamatan pasien adalah penting, dari pelayanan kesehatan yang bermutu dan menjadi hak mendasar setiap warga negara,” jelasnya.
Senada dengan Charles, Ketua DPP PDIP Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning menyebut jika permasalahan kesehatan di Indonesia sudah menjadi sangat kompleks.
Salah satu masalah yang disorot Ribka adalah sejumlah penyakit pasien yang tidak bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Mestinya, lanjutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyaakat.
Baca Juga: Kekayaan Fantastis Menko Polkam Baru, Djamari Chaniago Punya Kapal Laut hingga Harley Davidson!
“BPJS selalu berkelit rugi, saya ingat waktu buat BPJS ini untuk rugi, karena BPJS bukan asuransi tapi bentuk hibah negara untuk rakyat. Bentuk tanggung jawab negara kepada rakyatnya,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Kekayaan Fantastis Menko Polkam Baru, Djamari Chaniago Punya Kapal Laut hingga Harley Davidson!
-
BREAKING NEWS: Prabowo Lantik Djamari Chaniago Menko Polkam, Erick Thohir Jabat Menpora!
-
Muncul di Istana usai Santer Gantikan Listyo Sigit, Komjen Dedi Prasetyo Fix Kapolri Baru?
-
Bela Kepsek Roni, Publik Skakmat Walkot Prabumulih Imbas Video Klarifikasi: Basi Lu, Mundur Aja!
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya
-
Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama
-
Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional
-
Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan
-
Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah
-
Dasco Hubungi Kepala BGN, DPR Sebut Ada Efisiensi Anggaran MBG Rp70 Triliun