- Mantan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur jalan
- KPK juga memeriksa empat saksi lain yang terdiri dari mantan pejabat dinas, ASN, dan pihak swasta
- Penyidikan ini merupakan tindak lanjut dari penggeledahan yang dilakukan KPK pada Maret 2025
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak panggung politik Sumatera Selatan dengan memanggil mantan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin (DRAN), pada Rabu (17/9/2025). Pemeriksaan ini membuka babak baru dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek peningkatan infrastruktur yang mengguncang kabupaten kaya minyak dan gas tersebut.
Kehadiran Dodi, yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, sontak memicu spekulasi publik mengenai arah penyidikan yang tengah berjalan. Pemeriksaan terhadap politisi yang pernah menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin periode 2017-2022 ini dilangsungkan secara intensif di lokasi yang tidak biasa, yakni Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan.
Konfirmasi pemanggilan ini datang langsung dari Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, yang memberikan keterangan resmi.
“Pemeriksaan bertempat di Markas Komando Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan atas nama DRAN, Bupati Musi Banyuasin periode 2017-2022,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, sebagaimana dilansir Antara, Rabu (17/9/2025).
Namun, Dodi Reza Alex Noerdin tidak sendirian. KPK tampaknya sedang menyusun puzzle besar dengan memanggil empat saksi kunci lainnya secara bersamaan. Mereka adalah HM, yang diketahui merupakan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin, Herman Mayori.
Selain itu, ada RC atau Robby Candra, seorang ASN di lingkungan Pemkab Musi Banyuasin, KR selaku admin PT Conbloc Infratecno tahun 2018, dan SB atau Senapan Budiono, yang menjabat Manajer PBK PT Istaka Karya (Persero) pada tahun 2018.
Pemanggilan serentak ini mengindikasikan bahwa KPK tengah mendalami alur proyek dan potensi aliran dana dari berbagai sisi, baik dari pejabat pemerintahan maupun pihak swasta yang terlibat dalam proyek.
Langkah KPK hari ini merupakan kelanjutan dari serangkaian tindakan penyidikan yang telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Publik mencatat, pada 4 Maret 2025, tim penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di beberapa titik strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Lokasi yang disasar saat itu adalah Kantor Dinas PUPR dan Kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah.
KPK secara spesifik menyebut penggeledahan tersebut terkait dengan penyidikan dugaan korupsi dalam proyek peningkatan Jalan Tebing Bulang KM 11 Jirak-Jembatan Gantung-Talang Simpang-Simpang Rukun Rahayu-Mekar Jaya pada Dinas PUPR Musi Banyuasin.
Baca Juga: Skandal Korupsi EDC Rp700 Miliar Seret Petinggi Bank: Apa Peran Indra Utoyo, Eks Bos Allo Bank?
Meskipun serangkaian penggeledahan dan pemanggilan saksi telah dilakukan, KPK hingga kini masih menyimpan rapat-rapat siapa yang akan bertanggung jawab. Pada tanggal penggeledahan tersebut, KPK juga mengumumkan bahwa mereka belum menetapkan satu pun tersangka karena penyidikan masih menggunakan surat perintah penyidikan (sprindik) umum, sebuah strategi yang memungkinkan penyidik untuk mengumpulkan bukti secara luas sebelum menjerat pihak yang paling bertanggung jawab.
Berita Terkait
-
Skandal Korupsi EDC Rp700 Miliar Seret Petinggi Bank: Apa Peran Indra Utoyo, Eks Bos Allo Bank?
-
Usut Korupsi RSUD Kolaka Timur, KPK Periksa Kasi Pidsus Kejari Kolaka
-
Heboh LHKPN Wali Kota Prabumulih: Isi Cuma Truk-Triton, Tapi Anak Sekolah Bawa Mobil, KPK Bergerak
-
Siapa Syarif Hamzah Asyathry? Petinggi Ormas Keagamaan yang Diduga Tahu Aliran Duit Korupsi Haji
-
Berawal dari Rumah Gus Yaqut, KPK Temukan Jejak Aliran Dana 'Janggal' ke Wasekjen Ansor
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Bocoran Jokowi untuk Pemilu 2029: Ungkap Alasan PSI Layak Lolos ke Parlemen
-
Dittipideksus Bareskrim dan Kortastipidkor Sinkronkan Penyidikan Kasus PT TSL
-
Gus Ipul Apresiasi Jawa Timur, Provinsi Dengan Sekolah Rakyat Terbanyak
-
Kaesang Pangarep Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PSI Mesuji, Targetkan Satu Kursi di Setiap Dapil
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!