- Sosok Bupati Buton sedang menjadi sorotan lantaran tak hadir kala masyarakat di sana melakukan demo.
- Massa aksi demo di Buton melaporkan sang bupati muda ini sebagai "orang hilang" ke Polres Buton.
- Berikut profil Alvin Akawijaya dan penjelasan kemana 'hilangnya'.
Berpasangan dengan Syarifudin Saafa, ia berhasil memenangkan Pilkada Buton 2024 dengan perolehan 22.462 suara.
Dengan rekam jejak ini, Alvin dipandang sebagai figur pemimpin muda yang energik dan penuh harapan untuk membawa kemajuan bagi Buton.
Namun, insiden "hilang" ini menjadi ujian pertama bagi kepemimpinannya.
Jawaban Resmi Pemda
Menanggapi gejolak yang terjadi, Wakil Bupati Buton, Syarifudin Saafa, segera memberikan klarifikasi.
Ia membantah keras anggapan bahwa Bupati Alvin hilang. Menurutnya, sang bupati sedang menjalankan tugas kedinasan di Jakarta.
“Pak Bupati, Pak Alvin Akawijaya Putra, saat ini sedang berdinas di Jakarta dan di beberapa daerah lainnya. Jadi kalau ada aspirasi dari masyarakat yang sampai kemudian disebutkan hilang, saya nyatakan itu tidak benar,” tegas Syarifudin.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan bupati di luar daerah adalah untuk kepentingan pemerintah daerah.
Syarifudin meminta masyarakat untuk tenang serta mendoakan agar bupati segera kembali. Penjelasan ini diperkuat oleh aktivitas Alvin di media sosial.
Akun Facebook resminya menunjukkan serangkaian kegiatan dinas di ibu kota, termasuk koordinasi dengan Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, audiensi dengan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, hingga pertemuan dengan para pengusaha aspal Buton.
Baca Juga: Fakta-fakta Demo Timor Leste: Tekanan Ekonomi, Terinspirasi Gerakan Warga Indonesia?
Meski penjelasan resmi telah diberikan dan didukung oleh bukti digital, aksi pelaporan orang hilang oleh warga menunjukkan adanya jurang komunikasi dan potensi krisis kepercayaan.
Peristiwa ini mengangkat sebuah pertanyaan fundamental dalam kepemimpinan: seberapa penting kehadiran fisik seorang pemimpin di mata rakyatnya? Di era digital, seorang pemimpin memang dapat bekerja dari mana saja.
Namun, bagi masyarakat, terutama saat terjadi gejolak sosial atau penyampaian aspirasi, kehadiran fisik pemimpin adalah simbol kepedulian, empati, dan keseriusan dalam menanggapi masalah.
Absennya seorang bupati saat warganya turun ke jalan dapat dengan mudah ditafsirkan sebagai sikap abai atau menjaga jarak.
Insiden di Buton menjadi pelajaran bahwa kepemimpinan bukan hanya soal urusan administrasi di Jakarta, tetapi juga tentang kemampuan "turun" dan merasakan langsung denyut nadi masyarakat yang dipimpinnya.
Situasi ini menjadi tantangan berat bagi Bupati Alvin Akawijaya Putra. Sekembalinya ke Buton, tugas utamanya bukan hanya membawa hasil dari perjalanan dinasnya.
Berita Terkait
-
Fakta-fakta Demo Timor Leste: Tekanan Ekonomi, Terinspirasi Gerakan Warga Indonesia?
-
Koalisi Sipil Kritik Batalnya Pembentukan TGPF Kerusuhan Agustus: Negara Tak Dengarkan Suara Rakyat!
-
Solidaritas untuk Palestina, Massa Gelar Aksi di Depan Kedubes AS
-
Aksi Draw the Line, Menuntut Keadilan Iklim dan Demokrasi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Indonesia Police Watch Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Akan Jadi Pembantu Politisi
-
Filosofi Jersey Soekarno Run 2026: Mengusung Semangat Berdikari dan Simbol Perjuangan
-
Golkar Dukung Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Politik Bebas Aktif, Mengalir tapi Tidak Hanyut
-
Dicecar Polisi 63 Pertanyaan Terkait Kasus Mens Rea, Pandji Bantah Tuduhan Penistaan Agama
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elite Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Sambut Praja IPDN, Wamendagri Bima Arya Tekankan Fokus Pemulihan Permukiman Warga Aceh Tamiang
-
Sambut HUT PDIP ke-53, Atribut Soekarno Run 2026 Resmi Diluncurkan di GBK
-
Pramono Targetkan Inflasi Jakarta 2026 Jinakkan Angka Nasional