Suara.com - Keracunan massal setelah menyantap makan bergizi gratis (MBG) terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Senin (22/9/2025) lalu. Berikut tujuh fakta keracunan MBG mulai dari status kejadian luar biasa (KLB), korban kejang, dan BAB bercampur darah.
1. 300-an Siswa Keracunan
Sedikitnya 352 siswa mulai jenjang PAUD hingga SMA diketahui keracunan setelah menyantap MBG. Para siswa mengeluhkan mual-mual, muntah, dan sesak napas.
Ratusan siswa yang mengalami keracunan tersebut segera mendapatkan penanganan di beberapa titik, antara lain GOR Cipongkor, RSIA Anugrah, dan RSUD Cililin.
2. Awal Mula Dugaan Keracunan
Awal mula dugaan keracunan terjadi ketika 15 pelajar SMK Pembangunan mengeluhkan gejala mual, muntah, hingga sesak napas setelah menyantap MBG. Pelajar-pelajar tersebut kemudian dilarikan ke Puskesmas Cipongkor kemudian dirujuk ke RSUD.
3. Pemkab Tetapkan KLB
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail secara resmi menetapkan kasus keracunan massal MBG di Kecamatan Cipongkor sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Ia menegaskan, status KLB ini resmi setelah ia mengunjungi posko penanganan siswa korban keracunan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (23/9).
Baca Juga: Marak Kasus Anak Keracunan MBG, Kepala BPOM Buka Suara: Ini Pembelajaran Bagi Kita
4. Program MBG Dihentikan Sementara
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, mengumumkan penghentian sementara program ini saat meninjau lokasi di Bandung Barat pada Selasa.
Langkah ini diambil untuk melakukan evaluasi komprehensif agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
"Saya sudah meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG-nya. Kondisinya sebenarnya bagus, hanya mungkin ada keteledoran. Itu yang harus jadi perbaikan menyeluruh. Saya sudah minta untuk setop sementara,” ujar Dadan, dilansir dari Antara.
5. SPPG Ternyata Baru Beroperasi
Dadan menambahkan SPPG di Cipongkor baru beroperasi. Menurutnya, idealnya, dapur MBG seharusnya dijalankan secara bertahap, dimulai dari beberapa sekolah dengan skala kecil untuk pembiasaan sebelum diperluas cakupannya.
Berita Terkait
-
Siapa yang Tanggung Jawab Program MBG? Ini Daftar Pengurus dan Pejabatnya
-
Geger 301 Siswa Bandung Barat Tumbang Keracunan Usai Makan MBG, Polisi Turun Tangan Selidiki
-
Ribuan Anak Jadi Korban, Pakar Ungkap Sejumlah Titik Kritis Penyebab Keracunan Massal MBG
-
MBG di Bandung Barat Dihentikan Sementara setelah Ratusan Siswa Keracunan
-
MBG Tembus 300 Triliun, Cukup untuk Biaya Kuliah Gratis Bagi 288 Ribu Sarjana
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Respon Iran Atas Tawaran Damai AS Masih Misteri, Tenggat Waktu Marco Rubio Habis
-
Rudal Iran yang Dipakai Serang Kapal Amerika Ternyata Bertuliskan Pesan Ini
-
Soroti Tragedi Dukono, Ahli Kebencanaan: Gunung Bukan Tempat Cari Konten, Zona Bahaya Itu Garis Maut
-
AS Terbangkan Pesawat Charter Jemput Belasan Penumpang Kapal Pesiar Hantavirus
-
Perang Masih Panas, Donald Trump Urus Hantavirus: Semua Aman, AS Punya Orang Hebat
-
Bocah Perempuan Tewas Ditembak, TNI Buru OPM Pimpinan Guspi Waker di Tembagapura
-
AS Siapkan Karantina Militer di Nebraska Antisipasi Penularan Hantavirus Mematikan dari Kapal Pesiar
-
Putin Isyaratkan Akhir Perang Ukraina, Rusia Buka Dialog Keamanan Eropa
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak