Suara.com - Muhamad Mardiono terpilih sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2025-2030. Mardiono terpilih secara aklamasi pada hari pertama Muktamar X PPP, Sabtu (27/9/2025).
Pemilihan ketua umum dipercepat oleh pimpinan sidang karena situasi dianggap mendesak. Sejak Muktamar X PPP dimulai, perbedaan pendapat antar kader telah memicu keributan dan kekacauan di lokasi acara, terutama antara kubu pendukung Mardiono dan calon ketua umum lainnya.
Gara-gara itu sosok Mardiono jadi sorotan, termasuk harta kekayaannya. Lantas berapa kekayaan Mardiono yang terpilih jadi Ketum PPP? Simak penjelasan berikut ini.
Harta Kekayaan Mardiono
Muhamad Mardiono terakhir kali melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 17 Januari 2025 untuk periodik 2024. Dia melaporkan harta kekayaan dalam kapasitasnya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Aset terbesar Mardiono adalah properti yakni mencakup 175 item berupa tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai lokasi strategis. Mulai dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, hingga kota-kota besar seperti Cilegon, Tangerang, Serang, dan Jakarta Selatan. Semua aset ini dilaporkan sebagai hasil jerih payah sendiri dengan nilai total mencapai Rp 630.470.790.000 (Rp630 miliar).
Mardiono juga melaporkan kepemilikan berupa 14 aset berupa motor dan mobil dengan total nilai Rp 6.776.350.000 (Rp 6,7 miliar). Untuk harga bergerak lainnya dengan total nilai Rp 1.308.500.000 (Rp1,3 miliar).
Selain itu Mardiono juga mempunyai surat berharga senilai Rp661.612.535.369 (Rp661 miliar), kas dan setara kas Rp 789.221.219 (Rp 789 juta) dan harta lainnya senilai Rp 23.222.862.130 (Rp23 miliar).
Dari kekayaan itu, Mardiono memiliki utang sebesar Rp 153.209.731.778 (Rp153 miliar). Setelah dikurangi utang, total kekayaan bersih Mardiono mencapai Rp1,17 triliun. Rp 1.170.970.526.940 (Rp1,17 triliun).
Profil Mardiono
Muhamad Mardiono lahir di Yogyakarta pada 11 Juli 1957 sehingga sekarang berusia 68 tahun. Sebelum dikenal di kancah politik, dia adalah seorang pengusaha sukses.
Baca Juga: Sosok Muhammad Mardiono, Klaim Terpilih Ketum PPP di Tengah Kericuhan Muktamar
Mardiono adalah pemilik dari sejumlah perusahaan besar yang tergabung dalam BCS Group.
Beberapa perusahaannya yang dikenal luas antara lain PT Cipta Niaga Internasional, PT Serang Asri Hotel, PT Bahari Caraka Sarana, dan PT Bank Perkreditan Rakyat (BPRS) Muamalah Cilegon. Bisnisnya juga mencakup pengelolaan SPBU, kawasan industri, dan pengadaan perlengkapan militer.
Pengaruhnya di dunia usaha semakin kuat saat Mardiono menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Banten dari 2002 hingga 2007. Posisi strategis itu pun berlanjut saat Mardino menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Kadin.
Selain berkiprah di dunia bisnis, Mardiono juga memiliki rekam jejak panjang di pemerintahan dan politik. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum PPP di bawah kepemimpinan Muhammad Romahurmuziy.
Pada 2020, Mardino sempat berencana maju sebagai calon ketua umum PPP namun mengurungkan niatnya, yang akhirnya Suharso Monoarfa terpilih secara aklamasi.
Dalam pemerintahan, Mardiono pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kini di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, dia pun dipercaya sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan