News / Nasional
Rabu, 11 Februari 2026 | 08:18 WIB
Mensos, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).(Dok: Kemensos)

Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menginstruksikan jajarannya untuk bekerja berbasis data dan membumi di 2026 ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.

Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul saat Rapat Sinkronisasi Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Tahun Anggaran 2027 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja dan Pakta Integritas Tahun 2026 di Hotel Fairfield Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).

"Mulailah bekerja dengan data yang akurat, yang bisa dipertanggungjawabkan. Semua intervensi program harus berbasis data,” ujarnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa tahun 2025 telah dilalui sebagai masa penyesuaian, saling mengenal pola kerja, serta menyelaraskan program Kementerian Sosial dengan visi Presiden Prabowo Subianto, terutama pelaksanaan program berbasis data yang akurat.

Ia menekankan, perhatian Presiden Prabowo sangat besar terhadap kelompok masyarakat yang kerap tidak terbawa dalam proses pembangunan, atau yang ia sebut sebagai the invisible people.

“Presiden memiliki atensi luar biasa kepada the invisible people ini. Mereka ada di sekitar kita, tapi sering luput dari perhatian. Karena itu, tugas kita memastikan mereka tidak terlewat,” kata Gus Ipul.

Dalam konteks itu, Gus Ipul mengingatkan bahwa tugas Kementerian Sosial memiliki dasar konstitusional yang jelas, yaitu merujuk Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Dasar konstitutional tersebut harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Gus Ipul juga menekankan pentingnya pesan program sampai ke publik secara sederhana dan membumi. Ia mengingatkan agar seluruh jajarannya tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, melainkan memastikan bahwa masyarakat memahami dan merasakan manfaat program yang dijalankan.

“Kerja kita harus membumi. Bukan hanya rapi di laporan, tapi dipahami masyarakat dan dirasakan dampaknya,” kata Gus Ipul.

Baca Juga: Mensos Pastikan Pasien PBI JK Nonaktif Dijamin 3 Bulan: Siapapun Pasien Itu, RS Tak Boleh Menolak

Ia menambahkan, program perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial harus saling terhubung antarsatuan kerja, disertai mitigasi risiko, serta disusun dengan tahapan waktu yang terukur.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, jajaran Kepala Biro, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri, serta Kepala Sentra dan Balai Kemensos di seluruh Indonesia.

Menutup arahannya, Gus Ipul mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial menjaga semangat kerja dan tanggung jawab bersama dalam menyongsong tahun 2026.

“Mari kita songsong 2026 ini dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. ***

Load More