Suara.com - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menginstruksikan jajarannya untuk bekerja berbasis data dan membumi di 2026 ini sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara langsung.
Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul saat Rapat Sinkronisasi Pelaksanaan Program Tahun Anggaran 2026 dan Rencana Tahun Anggaran 2027 yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja dan Pakta Integritas Tahun 2026 di Hotel Fairfield Bekasi, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026).
"Mulailah bekerja dengan data yang akurat, yang bisa dipertanggungjawabkan. Semua intervensi program harus berbasis data,” ujarnya.
Gus Ipul menambahkan bahwa tahun 2025 telah dilalui sebagai masa penyesuaian, saling mengenal pola kerja, serta menyelaraskan program Kementerian Sosial dengan visi Presiden Prabowo Subianto, terutama pelaksanaan program berbasis data yang akurat.
Ia menekankan, perhatian Presiden Prabowo sangat besar terhadap kelompok masyarakat yang kerap tidak terbawa dalam proses pembangunan, atau yang ia sebut sebagai the invisible people.
“Presiden memiliki atensi luar biasa kepada the invisible people ini. Mereka ada di sekitar kita, tapi sering luput dari perhatian. Karena itu, tugas kita memastikan mereka tidak terlewat,” kata Gus Ipul.
Dalam konteks itu, Gus Ipul mengingatkan bahwa tugas Kementerian Sosial memiliki dasar konstitusional yang jelas, yaitu merujuk Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Dasar konstitutional tersebut harus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang terarah, terpadu, dan berkelanjutan.
Gus Ipul juga menekankan pentingnya pesan program sampai ke publik secara sederhana dan membumi. Ia mengingatkan agar seluruh jajarannya tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, melainkan memastikan bahwa masyarakat memahami dan merasakan manfaat program yang dijalankan.
“Kerja kita harus membumi. Bukan hanya rapi di laporan, tapi dipahami masyarakat dan dirasakan dampaknya,” kata Gus Ipul.
Baca Juga: Mensos Pastikan Pasien PBI JK Nonaktif Dijamin 3 Bulan: Siapapun Pasien Itu, RS Tak Boleh Menolak
Ia menambahkan, program perlindungan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial harus saling terhubung antarsatuan kerja, disertai mitigasi risiko, serta disusun dengan tahapan waktu yang terukur.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin, Inspektur Jenderal Dody Sukmono, jajaran Kepala Biro, Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri, serta Kepala Sentra dan Balai Kemensos di seluruh Indonesia.
Menutup arahannya, Gus Ipul mengajak seluruh jajaran Kementerian Sosial menjaga semangat kerja dan tanggung jawab bersama dalam menyongsong tahun 2026.
“Mari kita songsong 2026 ini dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya. ***
Berita Terkait
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Kemensos Fokus Salurkan Stimulus Bansos bagi Masyarakat Rentan Menyambut Ramadan
-
Mensos Gus Ipul Serahkan Santunan Duka pada 23 Prajurit TNI AL Korban Longsor Cisarua
-
Kemensos Beri Santunan untuk Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua
-
Gus Ipul Tegaskan Realokasi PBI JKN Sudah Tepat
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menimbun Pangan atau Naikkan Harga Saat Ramadan? Bisa Dipenjara 5 Tahun Lebih!
-
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Capai Rp 14 Triliun
-
Jabbar Idris Buka Muswil PPP Sulbar, Konsolidasi Partai Didorong Menuju Pemilu 2029
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Cegah Penyakit Sejak Dini, Menkes Budi Tekankan Pentingnya Cek Kesehatan Rutin untuk Pekerja
-
Bertemu Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Akurasi Data Tunggal Nasional
-
Mensos Gus Ipul: BPJS PBI Pasien Penyakit Kronis Aktif per Hari Ini
-
Silaturahmi dengan Ulama Aceh, Kasatgas Tito: Pentingnya Dukungan Spiritual bagi Korban Bencana
-
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Selama Ramadan, 35 Juta Keluarga Jadi Sasaran
-
Iuran Rp17 Triliun! Masyumi Beri Syarat Ketat ke Prabowo Soal Gabung 'Board of Peace' Donald Trump