-
- DPR dan serikat buruh membahas draf RUU Ketenagakerjaan untuk regulasi berkeadilan.
- Kehadiran tiga menteri menegaskan komitmen pemerintah bersama DPR dalam reformasi ketenagakerjaan.
- DPR menjamin keterbukaan terhadap masukan serikat pekerja demi perlindungan hak dan iklim investasi.
Suara.com - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menerima audiensi perwakilan koalisi serikat buruh terkait penyerahan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan, Selasa (30/10/2025).
Pertemuan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta ini dihadiri Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal, bersama sejumlah pimpinan serta anggota Komisi IX DPR RI.
"Pertemuan hari ini merupakan respons dari DPR RI atas surat permohonan audiensi dari KSP-PP terkait penyampaian draf RUU Ketenagakerjaan," ujar Dasco.
Selain pimpinan DPR, hadir pula perwakilan pemerintah, yakni Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Muhtarudin.
Dasco menegaskan, kehadiran para menteri menunjukkan komitmen bersama untuk mendengarkan, membahas, dan merumuskan regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan.
"Menunjuk komitmen bersama untuk mendengarkan, membahas, dan nantinya akan merumuskan regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan," katanya.
Ketua Harian Partai Gerindra itu memastikan DPR RI terbuka terhadap masukan serikat pekerja dalam proses pembahasan RUU.
Tujuannya agar undang-undang yang lahir mampu melindungi hak-hak pekerja sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif.
"Komitmen kami juga adalah mendengarkan bersama-sama, mencari solusi yang terbaik bagi rakyat," katanya.
Baca Juga: Dasco Tahu DPR Bakal Digeruduk Aksi Demo 28 Agustus, Revisi UU Ketenagakerjaan Bakal Didengar?
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
Terkini
-
Paus Leo XIV: Yesus Tolak Doa Orang Pemicu Perang
-
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Kehutanan, Dorong Investasi Karbon
-
Tetap Komit Jaga Perdamaian: RI Desak PBB Investigasi Serangan di Lebanon, Minta Israel Setop Agresi
-
Prabowo Bertemu Presiden Korsel, Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
-
Selamat Tinggal Donald Trump, Amerika Serikat Mulai Dijauhi Teman Dekat yang Tolak Perang
-
Update Perwira TNI Wafat di Lebanon: PBB Ungkap Bukti Serangan Tank Israel
-
Teknologi Penangkap Gas di Peternakan Bisa Picu Emisi Besar Jika Bocor, Bagaimana Solusinya?
-
Bahan Baku Plastik dari Timur Tengah Terganggu, RI Cari Alternatif ke Amerika, Afrika hingga India
-
Menaker Yassierli Sebut Industri Kreatif Ideal untuk Jadi Laboratorium Magang Nasional
-
Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total