-
Pakar soroti tak adanya ahli gizi di jajaran pimpinan BGN.
-
Absennya ahli gizi hambat lahirnya kebijakan keamanan pangan by design.
-
Mendesak adanya posisi director of nutrition untuk tetapkan standar menu.
Suara.com - Merebaknya kasus keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat sorotan dari berbagai pihak.
Tak hanya kasusnya saja, kini struktur internal Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penyelenggara MBG juga jadi perhatian.
Pakar kesehatan masyarakat, Dicky Budiman, menilai ada cacat fatal yang fundamental dalam kasus keracunan MBG, yakni tidak adanya pakar dengan latar belakang gizi atau kesehatan masyarakat di level pengambil kebijakan.
Menurutnya, absennya figur tersebut menjadi salah satu akar masalah yang menghambat lahirnya sistem keamanan pangan yang solid sejak awal.
Dicky Budiman berpendapat bahwa kehadiran seorang ahli gizi di pucuk pimpinan BGN sangat krusial.
Sebab hal tersebut untuk mendorong kebijakan berbasis nutrition safety by design, sebuah konsep di mana keamanan pangan sudah dirancang sejak tahap perencanaan, bukan sekadar respons saat insiden terjadi.
“Harus ada kebijakan yang menetapkan daftar positif dan negatif bahan makanan, spesifikasi menu nasional, termasuk kandungan kalori, protein, mineral, vitamin, serta spesifikasi keamanan. Termasuk aturan bahwa makanan tidak boleh dipanaskan berulang kali, serta adanya batasan konsumsi,” kata Dicky kepada Suara.com, Rabu (1/10/2025).
Solusi Konkret
Apabila penempatan di level tertinggi sulit, Dicky mengusulkan setidaknya harus ada jabatan setingkat director of nutrition dalam struktur BGN.
Baca Juga: Cecar Kepala BGN di Rapat Soal MBG, Legislator PDIP: Tugas Kami Memang Menggonggong
Posisi ini harus diberi mandat penuh untuk menetapkan standar menu, memastikan keamanan, hingga memiliki wewenang untuk menghentikan distribusi saat terjadi insiden.
Figur inilah yang menurutnya bisa memastikan menu MBG memprioritaskan bahan-bahan yang lebih aman dan rendah risiko.
"Ahli yang ada dalam posisi itu bisa memastikan, memrioritaskan sumber protein dengan rendah risiko, seperti telur matang, ayam dimasak tuntas, tempe, tahu, juga menghindari menu yang butuh pendinginan lambat atau berulang."
"Atau juga kita harus menghindari penggunaan bahan dengan risiko toksin alami, termasuk spesifikasi itu," ucapnya.
Dengan menempatkan ahli gizi di posisi strategis, risiko keracunan dapat ditekan secara sistematis melalui pengawasan ketat dan standar yang jelas, jauh sebelum makanan sampai ke tangan para siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel