-
Zulkifli Hasan sebut udang terkontaminasi radioaktif 68 Bq/kg masih aman dikonsumsi karena di bawah batas legal.
-
dr. Farhan Zubedi membantah, menjelaskan bahaya Cesium-137 yang bisa menumpuk dalam tubuh dan meningkatkan risiko kanker.
-
Ia mendorong pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dan transparansi penuh dalam menangani kontaminasi pangan.
Suara.com - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyebut udang terkontaminasi radioaktif masih aman dikonsumsi, memicu perdebatan sengit di ruang publik.
Menanggapi hal ini, dokter sekaligus konten kreator edukasi kesehatan, dr. Farhan Zubedi, secara tegas menyuarakan opininya yang berbeda.
Dia menekankan bahwa keberadaan kontaminasi radioaktif pada makanan tidak boleh dianggap sepele.
Polemik ini bermula ketika Zulkifli Hasan menyatakan bahwa udang yang terkontaminasi radioaktif nuklir memiliki kandungan yang sangat minimum, yaitu hanya 68 Bq/kg (Becquerel per kilogram).
Angka ini, menurutnya, jauh di bawah ambang batas aman yang ditetapkan di Indonesia, yaitu 500 Bq/kg.
"Jadi yang itu silakan boleh dimakan," ujar Zulkifli dalam pernyataannya.
Namun, dr. Farhan Zubedi melalui video penjelasannya membantah label aman tersebut dengan pendekatan medis dan prinsip kehati-hatian.
"Aku pribadi nggak setuju dengan pernyataan aman dikonsumsi," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa isotop radioaktif yang menjadi sorotan adalah Cesium-137 (Cs-137), zat berbahaya yang juga menjadi salah satu buangan nuklir utama dalam tragedi Chernobyl dan Fukushima.
Baca Juga: 5 Fakta Cesium-137 di Cikande, Radiasi Berbahaya Butuh Waktu 30 Tahun untuk Hilang
Secara ilmiah, bahaya Cesium-137 terletak pada kemampuannya meniru kalium di dalam tubuh.
"Karena struktur kimianya mirip kalium, dia bisa nempel khususnya di otot manusia," jelas dr. Farhan.
Setelah menempel, zat ini akan memancarkan radiasi beta dan gamma dari dalam tubuh, yang dalam paparan tinggi atau jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama kanker tulang dan darah.
Meskipun kadar 68 Bq/kg yang ditemukan pada udang jauh di bawah batas legal yang ditetapkan FDA (1.200 Bq/kg) maupun standar Indonesia (500 Bq/kg), dr. Farhan menekankan bahwa angka tersebut tetap merupakan anomali.
"Kita tetap harus menganggap angka itu adalah hal yang tidak normal, yang menunjukkan adanya kontaminasi," katanya.
Ia menyoroti bahaya sifat akumulatif dari zat radioaktif. Artinya, jika produk terkontaminasi dikonsumsi berulang kali, zat berbahaya tersebut akan menumpuk di dalam tubuh dan risikonya akan meningkat seiring waktu.
Berita Terkait
-
5 Fakta Cesium-137 di Cikande, Radiasi Berbahaya Butuh Waktu 30 Tahun untuk Hilang
-
Darurat Radiasi Cesium-137 Cikande: Warga Zona Merah Terancam, Pemerintah Siapkan Evakuasi
-
Geger Udang Cikande Terpapar Radioaktif, Waka MPR Eddy Soeparno: Ini Bukan Hal Ringan!
-
Soal Udang Kena Radiasi Disebut Masih Layak Dimakan, DPR 'Sentil' Zulhas: Siapa yang Bodoh?
-
Setelah Udang, Kini Cengkeh Indonesia Dihantam Radiasi Nuklir Cesium-137, Amerika Blokir Ekspor
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas