- Pramono mengatakan penataan parkir akan menjadi prioritas utama agar tidak menimbulkan kemacetan di akhir pekan.
- Program Night at the Ragunan Zoo berlangsung setiap malam Minggu, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
- Tarif masuknya tetap sama seperti jam operasional biasa, yakni Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti membeludaknya pengunjung Taman Margasatwa Ragunan pada pembukaan perdana program wisata malam “Night at the Ragunan Zoo”.
Ia mengatakan, penataan parkir akan menjadi prioritas utama agar kawasan tersebut tidak menimbulkan kemacetan di akhir pekan.
Pramono mengatakan, antusiasme warga yang datang ke Ragunan di malam hari jauh melampaui perkiraan. Ia mengaku telah menerima laporan bahwa sejak malam pertama dibuka, antrean kendaraan sudah terlihat mengular.
"Saya sudah mendapatkan laporan bahwa minat masyarakat itu luar biasa di luar dugaan. Baru pada hari pertama saja sudah antrean terjadi, sehingga dengan demikian betul apa yang saya pikirkan untuk penanganan parkir dalam jangka menengah panjang di Ragunan sudah harus menjadi prioritas utama," kata Pramono di Jakarta Selatan, Senin (13/10/2025).
Menurutnya, penataan parkir menjadi langkah penting agar kemacetan di sekitar Ragunan tidak terjadi setiap Sabtu malam. Ia meminta jajarannya segera menyusun strategi penataan yang lebih efisien dan ramah pengunjung.
Pramono juga menuturkan, banyak warga berharap wisata malam di Ragunan tidak hanya dibuka pada Sabtu malam. Ia pun tak menutup kemungkinan kebijakan itu akan dievaluasi ke depannya.
"Kemarin itu antusias orang dari mana-mana bahkan ada yang dari luar kota dan mereka meminta jangan hanya hari Sabtu malam, tetapi saya memutuskan untuk sementara Sabtu malam saja dulu," ujarnya.
Program Night at the Ragunan Zoo berlangsung setiap malam Minggu, mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Tarif masuknya tetap sama seperti jam operasional biasa, yakni Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak.
Baca Juga: Minim Penerangan, Ragunan Janji Evaluasi Wisata Malam Tanpa Ganggu Satwa
Lewat program ini, pengunjung dapat merasakan suasana berbeda dengan melihat perilaku satwa yang aktif di malam hari, seperti mamalia kecil, burung hantu, dan reptil.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, kendaraan pribadi tidak diperkenankan masuk ke area dalam Ragunan. Sebagai gantinya, pengelola menyiapkan shuttle buggy car berkapasitas lima orang dengan tarif Rp250.000 per jam untuk mengantar pengunjung ke titik-titik satwa.
Selain menikmati keindahan malam, pengunjung juga bisa melakukan aktivitas olahraga ringan atau night workout dengan rute sejauh 1,8 kilometer di jalur khusus yang telah disiapkan.
Berita Terkait
-
Jakarta Peringkat 18 Kota Paling Bahagia Dunia, Gubernur Pramono: Mungkin Karena Gubernurnya Bahagia
-
Pramono Sebut Jakarta Ada di Urutan Ke-18 Kota Paling Bahagia Versi Majalah Time Out
-
Gerah Lihat Sampah Visual, Gubernur Pramono akan Sikat Baliho dan Bendera Partai Liar di Jakarta
-
Integrasikan Transum di Dukuh Atas, Pramono Targetkan Jakarta Punya 'Cincin Donat' Tahun 2026
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Bulan Ramadan, Polisi Turunkan Tim Sholawat untuk Pengamanan
-
Polemik Akses Musala di Cluster, Pengembang Buka Suara Usai Diusir Komisi III DPR
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!