- Sidang sengketa patok tambang antara PT Position dan PT Wana Kencana Mineral (WKM) kini memasuki babak pembuktian dari JPU.
- Dirut PT WKM, Letjen (Purn.) Eko Wiratmoko, menuduh PT Position telah melakukan pencurian nikel di atas lahan milik perusahaannya di Halmahera Timur.
- Perkumpulan aktivis Maluku Utara melakukan aksi dan menilai kedua karyawan PT WKM sebagai terdakwa telah menjadi korban kriminalisasi akibat "permainan" korporasi tambang.
Suara.com - Sidang sengketa patok tambang antara PT Position dan PT Wana Kencana Mineral (WKM) kini memasuki babak pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum atau JPU. Di tengah proses hukum yang menyeret dua karyawan PT WKM sebagai terdakwa, tudingan serius justru dilontarkan oleh pihak PT WKM.
Direktur Utama PT WKM, Letjen (Purn.) Eko Wiratmoko, secara tegas menuduh PT Position telah melakukan pencurian nikel di atas lahan milik perusahaannya di Halmahera Timur, Maluku Utara.
"Ya, PT Position nyolong (mencuri) nikel di tempat saya. Kemudian hutan juga dirusak, dirambah tanpa izin kehutanan," ujar Eko usai menghadiri sidang pada Rabu (8/10/2025) lalu.
Eko, yang hadir sebagai saksi dalam perkara tersebut, mengungkapkan bahwa dugaan pencurian ini telah dilaporkan ke Polda Maluku Utara. Ia bahkan mengklaim bahwa kepolisian sudah memastikan adanya unsur pidana dalam aktivitas tambang yang dilakukan oleh PT Position.
Dalam perkara yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat ini, justru dua karyawan PT WKM, Awwab Hafidz dan Marsel Bialembang, yang duduk sebagai terdakwa. Mereka dituduh melakukan pemasangan patok ilegal di wilayah yang diklaim oleh PT Position.
Kasus ini pun memicu aksi damai dari perkumpulan aktivis Maluku Utara, yang menilai kedua karyawan tersebut telah menjadi korban kriminalisasi akibat "permainan" korporasi tambang.
Sidang lanjutan dengan agenda pembuktian dari JPU digelar pada hari ini, Rabu (15/10/2025) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi