Suara.com - Tayangan Xpose Uncensored di Trans7 yang menyenggol kehidupan pondok pesantren menuai kontroversi.
Namun di balik itu, muncul dugaan lain jika Trans7 disebut sengaja menayangkan itu dan menyenggol kiai demi menutupi kasus-kasus besar di negeri ini.
Dugaan itu salah satunya dilontarkan Balqis Humaira lewat akun Instagramnya. Balqis adalah akun AI yang belakangan sering menyinggung kasus-kasus besar di Indonesia.
Balqis menyebut ada empat kasus yang dilupakan publik gara-gara pemberitaan menyenggol pondok pesantren.
"Empat kasus besar lenyap cuman gara-gara Trans7 sikut Kiai yang lagi diem, harusnya emosi lo semua arahin ke yang penting karena negara lagi dirampok dalam semingg terakhir," tulisnya.
Sosok yang aktif menuliskan kritik-kiritk itu mengaku sudah hapal dengan alur seperti ini.
"Mau dibilang kebetulan? Siapa yang ngarahin timingnya kok pas? Gue udah terlalu hafal dan muak sama pola jadul begini," tambahnya.
Kemudian dia mengingatkan tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi daripada mengurusi permasalahan Trans7 vs Ponpes Lirboyo.
"Empat kasus besar lenyap, bukan karena rakyat bodoh tapi karena media penjilat elit menampar wajah ulama buat ngasih asap ke maling negara," komentarnya.
Baca Juga: DPR Desak Audit Izin Siar Trans7 Usai Adanya Tayangan Diduga Melecehkan Kiai dan Pesantren
Menurutnya negara lagi acak-acak dengan kasus korupsi besar-besaran, pajak hingga tunjangan DPR RI.
"Negara lagi diacak-acak, uang ratusan triliun melayang, pajak dinaikkan, DPR kenyang, tapi yang lo tonton malah tayangan receh soal “pesantren feodal.” Dan yang paling bikin muak: semua terjadi dalam satu minggu yang sama. Mau dibilang kebetulan? Kebetulan kepala lo," tambahnya.
Dia menuliskan beberapa pemberitaan besar di tanggal yang hampir bersamaan.
"Tanggal 6 Oktober 2025: Presiden ngumumin pengembalian aset kasus PT Timah, total kerugian negara Rp300 triliun. Tanggal 13: Trans7 nyenggol Lirboyo. Tanggal 14: KPK ngumumin tersangka PT Antam, termasuk Arie Ariotedjo — bapaknya menteri aktif. Tanggal 15: DPR ngumumin dana reses naik jadi Rp702 juta per anggota, plus sinyal kenaikan PPN 12 persen," bebernya.
Penilaiannya, apa yang muncul di media sekarang sudah disusun rapi dalam sebuah skenario.
Tag
Berita Terkait
-
Akhirnya Islah, PBNU Sepakat Gelar Muktamar Ke-35 Secepatnya
-
Gus Yahya Bertemu Rais Aam PBNU di Lirboyo Hari Ini, Ada Upaya Islah?
-
Gus Yahya Tolak Keputusan Lirboyo, Minta Konflik NU Diselesaikan lewat Muktamar
-
Minggu Besok, Pesantren Lirboyo Undang Seluruh Unsur NU Bahas Konflik Internal PBNU
-
8 Film Perdana Tayang di Layar Kaca, Trans7 Siap Hadirkan Exhuma Hingga Badarawuhi
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
YLBHI Nilai RUU Penanggulangan Disinformasi Ancaman Serius Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi
-
Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln
-
Haru Pengukuhan Guru Besar Zainal Arifin Mochtar, Tangis Pecah Kenang Janji pada Sang Ayah
-
Saksi Bantah Acara Golf di Thailand Bicarakan Penyewaan Penyewaan Kapal
-
KPAI Soroti Lemahnya Pemenuhan Hak Sipil Anak, Akta Kelahiran Masih Minim di Daerah Tertinggal
-
Prabowo Gelar Rapat Tertutup, Bahas Tambang Mineral Kritis Hingga Mobnas
-
Air Mata dan Pelukan Ibu Warnai Momen Kebebasan Laras Faizati di Rutan Pondok Bambu
-
AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?
-
Dituding Rugikan Negara Rp2,9 Triliun, Kerry Riza: Itu Adalah Pembayaran atas Tagihan Saya
-
Dedi Mulyadi dan Willy Bongkar Sisi Gelap Gunung Emas: 70 Ribu Gurandil dan Raup 250 Kg Emas