- Musyawarah Kubro akan diselenggarakan Pondok Pesantren Lirboyo pada Minggu (21/12/2025) mengundang seluruh unsur struktural NU.
- Forum besar ini bertujuan mencari solusi islah atau rekonsiliasi atas konflik internal yang terjadi dalam tubuh PBNU.
- Pertemuan ini setara Konferensi Besar, melibatkan unsur Syuriah, Tanfidziyah, dan pengurus wilayah/cabang NU.
Suara.com - Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, mengundang seluruh unsur struktural Nahdlatul Ulama (NU) dari tingkat pusat hingga cabang untuk menghadiri Musyawarah Kubro yang akan digelar pada Ahad (21/12/2025).
Forum tersebut ditujukan untuk membahas dan mencari solusi atas konflik internal di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Najib Azca mengatakan Musyawarah Kubro di Pondok Lirboyo akan menjadi pertemuan besar yang melibatkan hampir seluruh unsur struktural NU dari berbagai tingkatan.
"Insya allah besok hari Minggu ini akan ada pertemuan besar namanya Musyawarah Kubro di Pondok Lirboyo. Semua mustasyar diundang, semua pengurus syuriah maupun tanfidziyah bahkan PW dan PCNU diundang," kata Najib saat ditemui di UGM, Jumat (19/12/2025).
Najib menyebut Musyawarah Kubro di Lirboyo esok sebagai pertemuan terbesar di bawah muktamar. Skala pertemuan ini, kata dia, setara dengan Konferensi Besar (Konbes) karena melibatkan hampir seluruh struktur NU, meski bukan undangan resmi PBNU.
"Saya kira ini pertemuan yang paling besar di bawah muktamar lah kira-kira gitu ya. Mungkin levelnya setara dengan konferensi besar, Konbes," tandasnya.
Najib menilai panggilan dari Lirboyo memiliki bobot moral yang kuat sebab datang dari kalangan pesantren dan para masyayikh.
Ia menyamakan undangan tersebut dengan panggilan moral untuk merespons situasi organisasi yang dinilai tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
"Jadi panggilan dari Lirboyo ini, Lirboyo memanggil," imbuhnya.
Baca Juga: Bicara Soal Pencopotan Gus Yahya, Cholil Nafis: Bukan Soal Tambang, Tapi Indikasi Penetrasi Zionis
Menurut Najib, agenda utama Musyawarah Kubro tersebut adalah upaya islah atau rekonsiliasi untuk meredakan konflik dalam tubuh PBNU.
"Islah, iya, pokoknya [membahas] islah lah pokoknya menyelesaikan konflik," tandasnya.
Disampaikan Najib, berbagai opsi akan terbuka dalam musyawarah tersebut. Termasuk isu soal kemungkinan percepatan muktamar.
Namun, ia menekankan bahwa hal terpenting adalah tercapainya kesepakatan bersama demi menjaga keutuhan jam'iyyah.
"Nah nanti kesepakatannya apa baru belakangan. Apakah muktamar dipercepat atau muktamar seperti tanggal aja kenapa harus dipercepat misalnya kalau bisa tercapai kesepakatan ya kira-kira itu," ucapnya.
Najib menilai para sesepuh, masyayikh, dan mustasyirin NU memandang situasi organisasi saat ini sudah berada pada titik yang membutuhkan solusi bersama. Ia menyebut adanya kekhawatiran konflik berujung pada dualisme kepemimpinan di tubuh NU.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
Terkini
-
Dari MBG Sampai ASRI, Presiden Prabowo Menggugah 4 Ribu Lebih Peserta Rakornas Kemendagri 2026
-
Eksekusi Brutal di Bali: Dua WNA Australia Dituntut 18 Tahun Penjara Kasus Pembunuhan Berencana
-
Eks Pejabat Kemendikbud Akui Terima Rp701 Juta dari Pemenang Tender Chromebook
-
Skandal Suap Jalur Kereta Api, KPK Cecar Direktur Kemenhub Jumardi Soal Aliran Dana dan Tender
-
Pantura Genuk Minim Genangan di Musim Hujan, Infrastruktur Pengendali Banjir Dioptimalkan
-
Satgas PKH Sedang Verifikasi Temuan PPATK Soal Hasil Penambangan Emas Ilegal Senilai Rp992 Triliun
-
Pandji Pragiwaksono Dicecar 48 Pertanyaan Usai Diperiksa Bareskrim: Saya Ikuti Prosesnya Saja
-
Lebih Ganas dari COVID-19, Menakar Kesiapan Indonesia Hadapi Virus Nipah yang Mematikan
-
Dirut Garuda dan Perwakilan Embraer Sambangi Istana, Bahas Rencana Pembelian Pesawat?
-
Jakarta Makin Gampang Tenggelam, Sudah Waktunya Benahi Tata Ruang?