- Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer alias Noel, menolak berkomentar saat ditanya mengenai kabar dirinya akan menjadi justice collaborator.
- Noel dikabarkan siap membantu penyidik membongkar sosok lain yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan terkait sertifikasi K3 dengan menjadi justice collaborator.
- KPK menahan sebelas tersangka kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Suara.com - Eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, menolak berkomentar saat ditanya mengenai kabar dirinya akan menjadi justice collaborator dalam perkara dugaan pemerasan terkait sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 di Kementerian Ketenagakerjaan yang menjeratnya.
“Saya belum menjawabnya, nanti saja ya,” kata Noel di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025).
Ketika ditanyai lebih lanjut, Noel tidak memberikan keterangan lain perihal kabar tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa kehadirannya di Gedung Merah Putih KPK hari ini adalah untuk membahas perpanjangan masa penahanannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Noel dikabarkan siap membantu penyidik membongkar sosok lain yang diduga terlibat dalam kasus pemerasan terkait sertifikasi K3 dengan menjadi justice collaborator.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu sebelumnya mengaku sudah pernah mendengar kabar keinginan Noel untuk menjadi justice collaborator dalam perkara ini.
“Saya pernah dengar tentang hal itu, tetapi surat resminya belum ada,” kata Asep kepada wartawan, Rabu (17/9).
Penahanan 11 Tersangka Kasus K3 Kemnaker
KPK telah melakukan penahanan terhadap sebelas tersangka dalam kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Mereka merupakan pihak-pihak yang turut terjaring dalam operasi tangkap tangan atau OTT pada kasus ini, termasuk Immanuel Ebenezer.
“KPK menetapkan sebelas orang sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/8).
Baca Juga: Bukan dari Nadiem! Kejagung Ungkap Asal Uang Rp10 Miliar Korupsi Chromebook yang Dikembalikan
Sepuluh orang lainnya yang juga turut ditahan bersama Noel adalah:
- Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 Irvian Bobby Mahendro
- Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Gerry Aditya Herwanto Putra
- Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Bina K3 Subhan
- Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Anita Kusumawati
- Ditjen Binwasnaker dan K3 Fahrurozi
- Direktur Bina Kelembagaan Hery Sutanto
- Subkoordinator Sekarsari Kartika Putri
- Koordinator Supriadi
- Pihak PT KEM Indonesia Temurila
- Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud
“(Penetapan tersangka setelah) pemeriksaan intensif dan telah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup,” ucap Setyo.
Mereka semua kemudian ditahan selama 20 hari, terhitung hingga 10 September 2025. Penahanan dilakukan di Rutan cabang KPK Gedung Merah Putih.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan