- KPU RI mencatat peningkatan signifikan dalam Indeks Partisipasi Pilkada (IPP) 2024, di mana partisipasi masyarakat kini didominasi oleh level engagement atau keterlibatan aktif.
- Empat provinsi—Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan—berhasil mencapai kategori tertinggi, yaitu fully participatory.
- Meski demikian, KPU menyoroti masih adanya tantangan pada aspek pencalonan serta pendidikan pemilih yang perlu diperkuat untuk mendorong partisipasi penuh di seluruh daerah.
Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI merilis Indeks Partisipasi Pilkada (IPP) Pilkada 2024, yang menunjukkan adanya lompatan kualitas dalam keterlibatan publik pada proses demokrasi lokal. Partisipasi masyarakat kini diklaim tak lagi sebatas hadir di bilik suara, melainkan telah meningkat ke level engagement atau keterlibatan aktif di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Berdasar data yang dirilis, mayoritas daerah menunjukkan peningkatan signifikan. Di tingkat provinsi, sebanyak 31 dari 37 provinsi (83,8%) berhasil masuk dalam kategori engagement.
Sementara di tingkat kabupaten/kota, dari 415 daerah yang diukur, 446 di antaranya (87,8%) juga berada di level yang sama.
Anggota KPU RI, August Mellaz menilai hal ini sebagai kemajuan besar jika dibandingkan dengan hasil IPP Pemilu sebelumnya, di mana partisipasi publik masih didominasi oleh level involvement atau keterlibatan pasif.
“Kalau kita bisa perbandingkan, ternyata kalau di IPP pemilu lalu itu tingkat involvement yang paling dominan, sekarang tingkat engagement yang lebih dominan,” ujar August dalam acara peluncuran IPP Pilkada 2024 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Sabtu (18/10/2025).
Empat Provinsi Raih Kategori Tertinggi
Di puncak capaian, empat provinsi berhasil menembus kategori tertinggi, yaitu fully participatory atau partisipatif penuh. Keempatnya adalah Jawa Timur (80,87), Jawa Tengah (79,10), Sulawesi Utara (79,05), dan Sulawesi Selatan (78,27).
Capaian ini merefleksikan wilayah di mana pemilih tidak hanya aktif secara prosedural, tetapi juga menunjukkan kepedulian dan inisiatif dalam mengawal proses demokrasi secara lebih kritis.
Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin mengatakan, penyusunan indeks ini merupakan sebuah upaya reflektif untuk mengangkat standar partisipasi politik di Indonesia.
Baca Juga: Dasco: Pelibatan Publik dalam Pembahasan RUU KUHP Bukan Pilihan, Tapi Wajib
"Partisipasi seharusnya tidak berhenti pada perhitungan angka kehadiran semata, tetapi juga mencakup dimensi yang membentuk keterlibatan warga sejak tahap awal hingga akhir penyelenggaraan pilkada," katanya.
Meski menunjukkan tren positif, KPU RI mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Di mana dari lima dimensi yang diukur—Registrasi Pemilih, Pencalonan, Kampanye, Sosialisasi/Pendidikan Pemilih, dan Tingkat Partisipasi Pemilih (Voter Turnout)—dua di antaranya masih menjadi tantangan.
Dua variabel kunci, yaitu Pencalonan (65,16) dan Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat (60,97), menunjukkan skor terendah. Temuan ini mengungkap adanya hambatan struktural dan budaya yang menghalangi masyarakat untuk terlibat lebih aktif dalam proses politik sejak tahap awal.
“Setelah dua IPP ini di-launching, ini akan jadi dasar bagi kami di KPU untuk melakukan perencanaan program dan kegiatan ke depan. Jadi kita tidak lagi berandai-andai, karena kita sudah punya benchmark dan juga baseline,” tutur August.
August mengungkap, ke depan, tantangan terbesar adalah mendorong lebih banyak daerah untuk mencapai level partisipasi penuh.
“Ketika porsinya engagement itu besar, artinya mereka terlibat dengan cukup aktif di setiap tahapan-tahapan. Nah tinggal memang nanti bagaimana agar bisa fully participatory, itu tantangan kami ke depan,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Heboh Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG, Istana Turun Tangan Lakukan Audit Internal
-
Terungkap! Ini Catatan yang Membuat Dadan Hindayana Kehilangan Kursi Kepala BGN
-
Dasco Bongkar Alasan Nanik Layak Gantikan Dadan Hindayana di BGN
-
Dadan Hindayana Dicopot, Istana Jamin MBG Tetap Berjalan Normal
-
Dasco Dukung Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN: Dia Teruji di Lapangan
-
Alasan Prabowo Copot Pimpinan BGN: dari SOP hingga Kualitas Makanan
-
Kepala BGN Diganti, Dasco: DPR Apresiasi Pemerintah Dengar Aspirasi Rakyat
-
Profil Wakil Kepala BGN Baru Agustina Arumsari
-
Pemerintah Copot Dadan Hindayana Sebagai Kepala BGN, Anggota Komisi IX DPR: Pergantian Yang Wajar
-
Bukan Cuma Dadan Hindayana, Prabowo Juga Copot Dua Wakil Kepala BGN