- Garda Indonesia menyampaikan tujuh poin utama dukungan terhadap kebijakan dan program kerja pemerintahan Presiden Prabowo.
- Prabowo disarankan menerbitkan Perpres sebagai payung hukum dan perlindungan hukum bagi para pengemudi ojek online.
- Deklarasi damai tersebut menjadi bentuk nyata komitmen para pengemudi ojol dalam mendukung pemerintah.
Suara.com - Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia menggelar deklarasi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Mereka juga menyampaikan7 pernyataan sikap.
Dalam kesempatan tersebut, para pengemudi ojol menyampaikan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan regulasi yang melindungi hak serta kesejahteraan para pengemudi transportasi daring di Indonesia.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh salah satu orator, Garda Indonesia menyampaikan tujuh poin utama dukungan terhadap kebijakan dan program kerja pemerintahan Presiden Prabowo.
“Pada hari ini, Senin 20 Oktober 2025, kami Asosiasi Pengemudi Ojol Garda Indonesia dengan ini menyatakan Sikap dan deklarasi damai,” ujar orator tersebut, Senin (20/10/2025).
Berikut tujuh poin pernyataan sikap Garda Indonesia:
- Garda mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai payung hukum dan perlindungan hukum bagi para pengemudi ojek online.
- Garda mendukung Presiden Prabowo Subianto membuat regulasi bagi hasil bagi pengemudi ojol sebesar 90% untuk pengemudi dan 10% untuk aplikator.
- Garda mendorong pemerintah agar menetapkan regulasi tarif antaran barang dan makanan yang lebih adil bagi para pengemudi.
- Garda mengapresiasi program kerja satu tahun Presiden Prabowo Subianto yang dinilai pro terhadap rakyat kecil.
- Garda mendukung pemerintah melakukan audit investigatif terhadap perusahaan-perusahaan aplikasi transportasi online.
- Garda menyatakan siap menjadi kelompok masyarakat pengemudi ojol yang akan menjaga supremasi sipil dalam tatanan demokrasi Republik Indonesia.
- Garda mendukung langkah nyata dan program kerja Presiden Prabowo Subianto yang berpihak kepada rakyat.
Selain menyampaikan dukungan, Garda Indonesia juga turut mengucapkan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto yang bertepatan pada hari ini.
“Demikian tujuh pernyataan sikap dukungan Garda kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Haji Prabowo Subianto, dan tidak lupa kami juga mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Bapak Haji Prabowo Subianto. Akhirul kata kami mengucapkan terima kasih,” tutup orator Garda.
Deklarasi damai tersebut menjadi bentuk nyata komitmen para pengemudi ojol dalam mendukung pemerintah agar segera menetapkan regulasi yang menjamin kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi para pekerja transportasi daring di Indonesia.
Reporter: Maylaffayza Adinda Hollaoena
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Aksi Kamisan ke-900: Keteguhan Sumarsih Mencari Keadilan bagi Sang Anak
-
Ahli Hukum di Sidang Gus Yaqut: Kerugian Negara Harus Ada Sebelum Penetapan Tersangka
-
Ketua Baleg DPR RI Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini, Rieke Pitaloka Usul Momentum Hari Kartini
-
Bareskrim Polri Minta Bank Perketat Aturan Buka Rekening demi Putus Aliran Dana Judi Online
-
Tak Hanya Outsourcing, Perusahaan Keluarga Fadia Arafiq juga Kuasai Proyek Makan-Minum di 3 RSUD
-
Pakar UGM: Keputusan Menag Soal Kuota Haji Belum Tentu Melanggar Hukum Tanpa Pengujian Resmi
-
Sikap RI 2024 vs 2026: Mengapa Tak Ada Lagi Kata 'Mengutuk' untuk Serangan AS-Israel ke Iran?
-
Korea Utara Uji Coba Rudal Nuklir Baru saat Timur Tengah Memanas
-
22 Tahun Terkatung-katung, JALA PRT Sebut RUU PPRT Cetak Sejarah Terlama di DPR
-
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah